Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ritual Larung Sesaji Nelayan Pesisir Tuban, Kepala Sapi Ini Dikirab Lalu Diikat pada Tiang di Pantai

Aimatul Fauziyah • Kamis, 9 November 2023 | 17:38 WIB
SEDEKAH LAUT: Prosesi larung sesaji di laut lepas oleh para nelayan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Rabu (8/11).
SEDEKAH LAUT: Prosesi larung sesaji di laut lepas oleh para nelayan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Rabu (8/11).

RADARTUBAN – Nelayan di pesisir Tuban masih lekat dengan tradisi dan adat budaya Jawa. Rabu (8/11), ratusan nelayan dari Paguyuban Nelayan Bahari, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban melaksanakan sedekah laut.

Tradisi tahunan itu dirangkai dengan ritual larung sesaji. Secara filosofi, tradisi ini sebagai bentuk syukur atas karunia yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi para nelayan.

‘’Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur atas rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan, sedekah laut merupakan bentuk syukur para nelayan yang rutin dilaksanakan setiap tahun,’’ kata Lurah Karangsari, Danni Pramudita kepada awak media.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 itu diawali dengan kirab budaya dengan mengelilingi Kelurahan Karangsari.

Dalam kirab tersebut, mereka membawa kepala sapi dan bekakak atau miniatur perahu yang berisikan sesaji.

Isinya, beberapa makanan matang dan mentah. Kirab semakin meriah dengan
iringan musik tongklek khas Tuban.

‘’Sebelum ritual atau malamnya, juga digelar tahlil dan doa bersama,’’ tutur Danni—sapaan akrab Lurah Karangsari.

Sesampainya di tepi pantai, kirab dilanjut dengan melarung bekakak ke tengah laut sejauh kurang lebih 20 kilometer dari tepi laut.

Sedangkan kepala sapi diikatkan pada tiang di pantai. Ahmad Slamet, salah satu panitia kirab menambahkan, prosesi larung diikuti sekitar 50 kapal dan melibatkan ratusan nelayan.

‘’Tradisi tahunan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dilaksanakan setiap Rabu Pon. Tapi bulannya tidak bisa dipastikan. Yang jelas, setahun sekali,’’ terang dia.

Tanpa mengurangi kesakralan kegiatan kirab dan larung sesaji, di hari yang sama juga digelar hiburan musik dan lomba tarik tambang untuk masyarakat setempat. (zia/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #Sedekah Laut #nelayan #ritual #Larung Sesaji #pesisir