Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Agenda Jelang Puncak Hari Jadi ke-730 Tuban, Dari Ziarah hingga Kirab Bendera Pataka

Ahmad Atho’illah • Minggu, 12 November 2023 | 19:19 WIB
NGALAP BERKAH: Bupati Aditya Halindra Faridzky bersama rombongan ziarah ke makam ulama, leluhur, dan bupati Tuban terdahulu jelang Hari Jadi Tuban, Jumat (10/11).
NGALAP BERKAH: Bupati Aditya Halindra Faridzky bersama rombongan ziarah ke makam ulama, leluhur, dan bupati Tuban terdahulu jelang Hari Jadi Tuban, Jumat (10/11).

RADARTUBAN – Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-730 Tuban diawali dengan pemberangkatan kirab pataka oleh Bupati Aditya Halindra Faridzky.

Selanjutnya, bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), serta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat lembaga/instansi vertikal, Mas Lindra melakukan ziarah ke makam pahlawan, leluhur, ulama, dan bupati Tuban terdahulu.

Start ziarah diawali dengan menabur bunga di Taman Makam Pahlawan. Berikutnya, bersama rombongan menuju makam Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.

Kemudian dilanjutkan ke makam Ronggolawe di Lingkungan Kajongan, Kelurahan Sido mulyo, Kecamatan Tuban. Selanjutnya ke makam Bupati Tuban ke-22 Sujono Putro di Dusun Boto, Desa Jadi, Kecamatan Semanding.

Setelah itu, ke makam bupati Tuban pertama Dandang Wacana di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, makam Kiai Asyari Sunan Bejagung Lor dan Tjitrosoman di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding.

Kemudian, makam Brawijaya V di Atas Angin, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, dan terakhir ke makam Ibrahim Asmoro Qondi di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang.

Di setiap makam leluhur, bupati dan rombongan meng gelar tahlil dan tabur bunga. Dalam beberapa kesempatan, Mas Lindra juga menyerahkan santunan kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Disampaikan Mas Lindra, ziarah ke makam leluhur merupakan tradisi dari rangkaian Hari Jadi Tuban yang diperingati setiap 12 November. Juga sebagai bentuk refleksi meneladani perjuangan para pendahulu yang telah berjuang demi masyarakat Kabupaten Tuban.

Ditegaskan dia, nilai-nilai luhur yang ditunjukkan para pendahulu menjadi pondasi bagi karakter generasi penerus Kabupaten Tuban.

‘’Dan generasi saat ini akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Kabupaten Tuban mendatang,’’ tuturnya. Diharapkan, sikap dan perjuangan para pendahulu dan leluhur bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya kepada generasi muda.

Lebih lanjut Mas Lindra menyampaikan, Hari Jadi Tuban tahun ini mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, Karya, Lanjutkan”. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk suksesi atas program pembangunan di Tuban yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor, meliputi forkopimda, DPRD, OPD, serta sejumlah pihak terkait.

Diharapkan, dengan kolaborasi yang baik mampu mendukung percepatan pembangunan di berbagai bidang, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM).

Diungkapkan Mas Lindra, setiap program pembangunan dirancang demi kemajuan Kabupaten Tuban yang semakin baik dan disegani di tingkat provinsi, nasional, bahkan dunia.

Juga sebagai upaya untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting. Karena itu, masyarakat diharapkan selalu kompak, tertib, dan menjaga kerukunan, serta keharmonisan yang senantiasa terjaga.

‘’Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tuban,’’ tandasnya.

Kirab Bendera Pataka Lambang Kabupaten Tuban Sehari menjelang puncak peringatan Hari Jadi Tuban, kemarin (11/11) kirab Bendera Pataka lambang Kabupaten Tuban berakhir di Kota Lama, Kecamatan Semanding setelah mengelilingi 19 kecamatan lain seKabupaten Tuban.


Kirab Bendera Pataka diberangkatkan secara simbolis oleh Dandim 0811 Tuban Letkol Inf
Suhada Erwin bersama Bupati Aditya Ha lindra Faridzky serta jajaran forkopimda, Jumat (10/11).

Kirab Bendera Pataka lambang Kabupaten Tuban dan 20 pataka kecamatan mengawali perjalanannya dari kantor Kecamatan Palang, kemudian Kecamatan Widang, Plumpang, Rengel, Grabagan, Soko, Parengan, Singgahan, Senori dan bermalam di Bangilan sebelum
dilanjut ke kecamatan lain.

Setibanya di Kecamatan Bangilan, rombongan pataka disambut dengan Tari Klasik Pencak Silat, dan dilanjutkan dengan Pesta Rakyat Pagelaran Wayang Kulit di Lapangan 17 Agustus Bangilan.

Berikutnya sesuai jadwal, Bendera Pataka lambang Kabupaten Tuban berlanjut secara estafet ke sepuluh kecamatan yang tersisa.

Yakni Jatirogo, Kenduruan, Bancar, Tambakboyo, Kerek, Montong, Merakurak, Jenu, Tuban, dan terakhir di Kota Lama, Kecamatan Semanding.

Setiap kali Bendera Pataka singgah dibacakan Ripta Prasasti dari Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky oleh masing-masing camat isinya tentang makna tema Hari Jadi ke-730 Tuban: Mbangun deso, noto kuto dengan terus melanjutkan kolaborasi, inovasi, karya adalah kunci keberhasilan pemba ngunan menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sepanjang perjalanan, arakarakan Bendera Pataka Lam bang Kabupaten Tuban mendapatkan
sam butan meriah dari masyarakat dan siswa-siswi yang membawa bendera merah putih di setiap jalur yang dilalui. (tok)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Tuban #Sunan Bonang #730 #Ripta Prasasti #Bupati Tuban #Mas Lindra #Pataka #Hari Jadi Tuban #Kirab Pataka #Tema #leluhur #kemiskinan #opd #generasi #kecamatan #kabupaten #forkopimda