Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penularan TBC Bisa Jauh Lebih Cepat dari HIV AIDS, Waspada dan Kenali Faktor dan Kondisi Berikut Ini

Fitri Nur Asih Wijayanti • Jumat, 17 November 2023 | 17:04 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN – World Health Organization (WHO) merilis data global TBC atau Tuberculosis mengalami peningkatan signifikan hingga menduduki peringkat kedua kasus terbanyak di dunia.

Di Tuban, penyakit yang menginfeksi paru-paru itu juga terdata cukup banyak.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Esti Surahmi mengatakan, per Oktober 2023 sebanyak 1.663 orang terdeteksi positif TBC.

Jumlah tersebut naik 264 kasus atau 18,8 persen jika dibandingkan 2022 yang terdeteksi 1.399 orang.

‘’Per Oktober, telah dilakukan pemeriksaan kepada 16.226 orang dan 1.663 pasien positif TBC,” tuturnya.

Esti—sapaan akrabnya mengungkapkan, meningkatnya temuan kasus pasien yang positif TBC ini merupakan pertanda baik.

Menurutnya, semakin banyak ditemukan sumber penularan TBC, maka pasien  tersebut dapat segera diobati agar tidak menular ke orang lain.

‘’Memeriksa terduga TBC sebanyak-banyaknya untuk menemukan orang positif agar dapat melakukan pengobatan sedini mungkin,” ungkap dia.

Lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu men jelaskan, TBC merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis.

Bakteri ini umumnya menyerang paru-paru dan juga organ tubuh lain. Seperti ginjal, tulang belakang, kulit, dan otak.

‘’TBC lebih berbahaya karena menular lebih cepat melalui droplet (percikan ludah) dari penderita saat bersin, batuk dan bicara,’’ terang dia.

Tingginya kasus TBC tak lepas dari mudahnya penularan penyakit tersebut. Bahkan, Esti membandingkan penularan TBC bisa jauh lebih cepat jika dibandingkan HIV AIDS yang hanya menular melalui darah, cairan alat vital, dan air susu ibu.

Selain itu, beberapa faktor yang memengaruhi meningkatnya risiko penularan TBC adalah sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang. Terutama pada bayi dan anak-anak.

Faktor lain yang memerparah penularan TBC adalah orang yang mengonsumsi alkohol berlebihan, perokok aktif, maupun pasif.

Kondisi lain yang berpotensi memunculkan bakteri pemicu TBC adalah kondisi rumah dengan lingkungan kumuh, ventilasi udara dan pencahayaan matahari yang kurang.

Mantan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes itu menjelaskan, ciri-ciri penderita TBC adalah gejala batuk terus menerus, demam dalam waktu panjang, sesak nafas, nyeri dada, berat badan menurun, dan berkeringat di malam hari.

Orang dengan ciri-ciri tersebut, kata Esti, diimbau untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

‘’TBC sangat menular dan rantai penularan tidak akan pernah terputus bila tidak diberikan terapi pencegahan tuberkolosis dan tidak memeriksakan tes cepat molekuler kontak erat,” pungkasnya. (fit/yud)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #penularan TBC #paru-paru #Tuberculosis