Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Usulan Kenaikan Biaya Haji Hingga Rp 105 Juta Bikin Galau Calon Jemaah

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 20 November 2023 | 02:18 WIB
PERSIAPKAN KE TANAH SUCI: Jemaah mengajukan berkas keberangkatan haji di kantor pelayanan haji dan umrah Kemenag Tuban. (Zidni Ilman Nafia/Radar Tuban)
PERSIAPKAN KE TANAH SUCI: Jemaah mengajukan berkas keberangkatan haji di kantor pelayanan haji dan umrah Kemenag Tuban. (Zidni Ilman Nafia/Radar Tuban)

RADARTUBAN – Kegalauan dirasakan sebagian calon jemaah haji (CJH) menyusul biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2024 yang diwacanakan naik menjadi Rp 105 juta.

Jika usulan tersebut direalisasikan, maka total biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) alias biaya yang harus ditanggung CJH kurang lebih Rp 73 juta, setelah disubsidi 30 persen dari penggunaan nilai manfaat.

Jika nanti memang benar besaran Bipih Rp 73 juta, maka setiap jemaah harus membayar biaya pelunasan sekitar 48 juta, setelah dikurangi setoran dana awal haji sebesar Rp 25 juta.

Besaran biaya pelunasan tersebut dua kali lipat dibandingkan musim haji 1444 H/2023 lalu.

Pada musim haji 1444 H, Bipih yang ditanggung jemaah rata-rata Rp 49,8 juta. Dan, biaya pelunasan kurang lebih Rp 24 juta.

Siti, salah satu CJH dari Kecamatan Merakurak mengatakan, rencana kenaikan biaya haji tersebut membuatnya sulit berkata. Menurutnya, kenaikan sebesar itu sangat memberatkan.

Untuk saat ini saja, terang dia, tabungan yang dimiliki belum sampai sebanyak itu.

‘’Saya hanya bisa berdoa kepada Allah supaya diberikan kemudahan. Secara ekonomi, kenaikan biaya haji dua kali lipat dari tahun lalu ini sangat memberatkan,’’ terang dia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Ashabul Yamin mengatakan, besaran biaya haji yang mencapai Rp 100 juta lebih tersebut masih sebatas wacana atau usulan. Sehingga belum bisa dikatakan pasti.

‘’Masih dibahas, belum final. Resminya menunggu keputusan presiden (keppres),’’ ujarnya.

Meski demikian, terkait usulan kenaikan Bipih dua kali lipat dari tahun sebelumnya itu sudah disampaikan kepada jemaah sebagai upaya persiapan sejak dini.

‘’Tapi bukan nominalnya yang kami sampaikan. Kami hanya menyampaikan bahwa 2024 nanti ada kenaikan Bipih dari tahun sebelumnya,’’ tuturnya.

Sehingga, setiap jemaah yang masuk kuota pemberangkatan 2024 bisa melakukan persiapan dari sekarang. (fud/tok)

Editor : Amin Fauzie
#bipih #cjh #Haji #jemaah #Biaya Pelunasan #bpih