RADARTUBAN - Ketua panitia seleksi perangkat desa (perades) Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Supratno ketika menemui pendemo mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu menahu soal nilai hasil seleksi yang diumumkan.
Disampaikan dia, selama proses seleksi, panitia pelaksana hanya sebagai fasilitasi. Ihwal soal dan sistem ujian yang menggunakan tes computer di SMPN Soko, itu sepenuhnya di bawah kewenangan pihak ketiga, yakni dari Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
‘’Tapi kami siap memfasilitasi Mas dan Mbak sekalian jika ingin bertemu dengan tim IT dari UWK,’’ ujarnya ketika menemui peserta aksi di kantor balai desa.
Menurutnya, sejak awal seleksi telah dilaksanakan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan kampus UWK, sehingga bank soal dan teknis penyelenggaraan seluruhnya dari pihak ketiga.
‘’UWK ini juga merupakan universitas yang kredibel, sebab sudah beberapa kali bekerja sama dengan Pemkab Tuban,’’ imbuhnya.
Meskipun dalam pernyataannya tersebut banyak peserta aksi menimpali bahwa mengapa Desa Sokosari memilih kampus UWK, apakah karena itu almamater kepala desa.
Namun, pihaknya bersikukuh bahwa tahapan sudah dilakukan sesuai ketentuan.
Terkait tidak adanya saksi dari peserta saat melakukan koreksi jawaban, pihaknya mengaku sudah menyampaikan kepada perwakilan peserta agar mendatangkan perwakilan.
‘’Tetapi peserta sendiri yang tidak datang, semua ruangan kami lihat sudah tidak ada orang,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sokosari Edi Purnomo yang dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban melalui ponselnya mengatakan bahwa tahapan seleksi perades di desanya sudah sesuai prosedur.
‘’Jika ada yang kurang puas dengan hasil tes bisa melayangkan surat kepada lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UWK Surabaya,’’ ujarnya.
Disinggung terkait adanya nepotisme dalam proses seleksi tersebut, termasuk putranya, dia membantah. Menurutnya, selama ini putranya sudah memiliki keluarganya sendiri.
‘’Masalah nilai, saya tidak tahu, dan anak saya sudah punya anak dan istri,’’ jawabnya. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie