RADARTUBAN – Tidak sedikit guru di Tuban memiliki kemampuan melukis. Bahkan, beberapa di antaranya mengoleksi karya lukisnya di rumah dan sekolah.
Padatnya jam mengajar, termasuk menyiapkan administrasi pembelajaran menenggelamkan reka dalam rutinitas.
Ajang pameran lukisan di Gedung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tuban, Jalan Panglima Sudirman yang berlangsung mulai Sabtu (25/11) hingga tujuh hari ke depan menjadi media bagi mereka untuk mengeluarkan kemampuan dan bakat terpendamnya sekaligus berekspresi di tengah kepenatan pengajar.
Tercatat 48 lukisan karya 12 guru seni dan budaya yang dipajang pada pameran tanpa tema yang memperingati Hari Guru Nasional tersebut.
Sebagian besar lukisan pendidik tersebut beraliran realis dan naturalis. Selebihnya abstrak dan kaligrafi.
Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Bambang Edy Sutrisno, ketua pelaksana pameran, mengungkapkan, banyaknya lukisan realis dan naturalis karya pendidik menggambarkan sosok pelukisnya.
Dia menyampaikan, naturalis merupakan aliran seni rupa yang penggambarannya alami. Hanya saja, penuangannya pada kanvas dipoles lebih indah dari kenyataannya.
Sedangkan realis adalah karya yang menampilkan subjek suatu karya kehidupan sehari-hari tanpa tambahan inter pretasi tertentu, ‘’Itulah kalau sosok guru menggambarkan sebuah subjek,’’ ujar pendidik berinisial BES itu.
BES mengatakan, ketika rencana pameran tersebut disampaikan kepada jajaran pendidik, 27 guru langsung merespons untuk mengikutinya.
‘’Menjelang pameran, hanya 12 guru yang menyatakan siap,’’ ujar mantan kepala SMAN Rengel itu.
Kalau pada pameran perdana khusus pendidik kali ini hanya diikuti 12 guru, dia berharap pada pameran edisi berikutnya lebih banyak yang ikut.
‘’Ke depannya akan kita agendakan rutin setiap tahun. Semoga yang berpartisipasi semakin banyak,” tuturnya.
Dia berharap pameran menjadi ajang pengembangan kreativitas dari para guru untuk berkreasi dan berkarya.
‘’Melalui pameran ini, kita bisa memberikan contoh yang baik kepada anak didik untuk ikut berkarya,” ujar lulusan Institut Ke guruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang itu. (zia/ds)
Editor : Amin Fauzie