RADARTUBAN – Hari Guru Nasional (HGN) 25 November diperingati Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bojonegoro – Tuban sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui upacara HGN yang diselenggarakan di SMAN 2 Tuban tepat pada Sabtu (25/11) lalu.
Dalam upacara HGN tersebut, hadir seluruh kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMKN 1, dan SMKN 2 Tuban.
Dalam upacara HGN 2023, turut dirilis program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh.
GNOTA merupakan program Cabdin Pendidikan Bojonegoro – Tuban kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan agar lebih dekat dengan peserta didik.
Setiap pendidik dianjurkan untuk menjadi orang tua asuh satu siswa kurang mampu. Sehingga guru dapat membantu siswa untuk menjadi generasi cerdas masa depan.
Turut hadir dalam upacara HGN tersebut Kasi SMA/PK-PLK Maskun, Kasi SMK Agung Prijono, dan Koordinator Pengawas SMA/SMK/PK/PLK Bojonegoro Agus Huda.
Selanjutnya, Kepala SMAN 1 Tuban Wiwik Widowati, Kepala SMAN 2 Tuban Ilham Basyori, Kepala SMAN 3 Tuban Djoko Srijatno, Kepala SMAN 4 Tuban Sri Mirah, Kepala SMKN 1 Tuban Sucipto, Kepala SMKN 2 Tuban Heny Indriana, dan Kepala SLB A, B, D Tuban Budhiono.
Download versi pdf Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2023 Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban
Setelah upacara HGN 2023, seluruh tamu undangan disuguhkan penampilan dan apresiasi dari siswa.
Apresiasi berupa kado sederhana rangkaian bunga itu diberikan atas dedikasinya memberikan ilmu untuk mencerdaskan generasi bangsa.
Dilanjutkan dengan tasyakuran dan arahan dari Kepala Bidang GTK Disdik Provinsi Jawa Timur Suhartatik, S.Pd., M.Si yang diikuti kepala dan guru dari SMA, SMK, SLB Tuban dan Bojonegoro.
Kepala Cabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro – Tuban Adi Prayitno S.Pd., M.M mengatakan, guru harus menjadi sosok teladan sepenuhnya.
Guru atau dalam Bahasa Jawa digugu lan ditiru. Artinya, guru harus menjadi sosok yang bertanggung jawab hingga menjadi inspirator bagi siswa.
‘’Guru harus menjadi orang tua seutuhnya bagi siswa, hadir sebagai sosok teladan yang menginspirasi,’’ tegas dia.
Adi menerangkan, guru bisa disebut pendidik atau seseorang yang memberi didikan.
Sebelum menjadi pendidik untuk orang lain atau siswa, guru harus menjadi pendidik untuk dirinya sendiri. Sehingga sebelum mendidik orang lain, seorang guru sudah menge tahui kemampuannya sendiri.
‘’Jika guru sudah mampu mendidik dirinya sendiri, siswa tinggal meniru apa yang dilakukan guru. Sehingga guru bisa menjadi sosok teladan sepenuhnya,’’ tuturnya.
Mantan Kacabdin Pendidikan Nganjuk itu menjelaskan, Kepala Disdik Provinsi Jatim Aries Agung Paewai berpesan bahwa gerakan orang tua asuh mampu mengangkat kualitas pendidikan di Jatim. Sekaligus mengikis angka kemiskinan.
Apalagi, pendidikan adalah dasar dari semua aspek kemajuan bangsa.
“Mari bersama-sama sukseskan gerakan orang tua asuh, satu guru satu siswa untuk pendidikan Jatim lebih kuat dan bermartabat,” tutur dia.
Sementara itu, Kepala Bidang GTK Disdik Provinsi Jawa Timur Suhartatik, S.Pd., M.Si mengaku sangat bangga dengan Cabdin Pendidikan Bojonegoro – Tuban.
Sebelumnya, instansi yang dipimpin Adi Prayitno itu terpilih menjadi juara umum Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Creative Camp atau GCC 2021.
Menjadi yang terbaik setelah meraih penghargaan terbanyak. Meliputi prestasi 16 guru, kepala sekolah, dan pengawas yang menjuarai bebe rapa kategori lomba.
Dengan alasan itu, Suhartatik mengatakan dengan bangga bahwa guru dan tenaga kependidikan di Cabdin Bojonegoro – Tuban adalah potret tenaga pendidik paling kompak, inovatif, dan kreatif.
Sehingga dia meminta seluruh guru dan tenaga kependidikan menjaga kekompakannya.
‘’Di tangan guru yang tepat, pendidikan berkualitas pasti terwujud dan peserta didik dapat menjadi generasi cerdas untuk membanggakan Indonesia masa depan,’’ ungkap dia.
Pengarahan itu dihadiri oleh seluruh kepala dan guru SMA, SMK, SLB dari Tuban dan Bojonegoro. Acara ditutup dengan kunjungan GNOTA Kacabdin Adi Prayitno ke sejumlah rumah siswa di Kecamatan Grabagan dan Montong. (yud)
Editor : Amin Fauzie