Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PGRI Kabupaten Tuban Gelar Dialog Sambung Rasa dan Sarasehan, Peringati HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Ahmad Atho’illah • Rabu, 29 November 2023 | 15:00 WIB
SATUKAN TUJUAN: Bupati Aditya Halindra Faridzky, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, dan bersama narasumber lain dalam sarasehan pendidikan di gedung Graha Dwija, Selasa (28/11).
SATUKAN TUJUAN: Bupati Aditya Halindra Faridzky, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, dan bersama narasumber lain dalam sarasehan pendidikan di gedung Graha Dwija, Selasa (28/11).

RADARTUBAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional 2023 menjadi momentum bagi PGRI Kabupaten Tuban dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru di Tuban.

Selasa (28/11), semangat tersebut direfleksikan dengan menggelar dialog bertajuk Sambung Rasa dan Sarasehan Pendidikan, di Gedung Graha Dwija.

Hadir menjadi narasumber dalam dialog interaktif tersebut, Bupati Aditya Halindra Faridzky, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, Ketua Dewan Pendidikan Tuban Imam Hambali, dan Ketua Perkumpulan Lembaha Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) PGRI Tuban Totok Supijanto.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Tuban Witono, S.Pd., M.Pd. menyampaikan, talkshow pendidikan ini menjadi momentum bagi PGRI dalam menyambungkan rasa antara penentu kebijakan dengan para guru, pemerhati pendidikan, dan tokoh-tokoh pendidikan dalam frekuensi dan komitmen yang sama: memajukan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru di Kabupaten Tuban.

‘’Kita yang berada di sini memiliki tujuan yang sama, yakni mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi unggul di masa mendatang,’’ tuturnya.

Disampaikan Witono, dialog Sambung Rasa dan Sarasehan Pendidikan merupakan agenda awal dari serangkaian kegiatan memperingati HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional 2023.

Kegiatan lain yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan, meliputi senam sehat yang diikuti sebanyak 2023 guru TK se-Kabupaten Tuban bertempat di gedung “keberkahan” Graha Dwija.

Kemudian dilanjut dengan mlaku bareng bersama kurang lebih 7 ribu guru, donor darah bekerja sama dengan Palang Merah In donesia (PMI), lalu dipungkasi dengan kegiatan sosial menyantuni warga yang membutuhkan, meliputi bantuan sosial, santunan stunting, santunan anak yatim, dan kepada warga lain yang membutuhkan.

‘’Dan Insya Allah akan dikoordinir langsung oleh para guru, minimal satu guru satu warga yang membutuhkan,’’ terang mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban itu.

Selain di antara rangkaian kegiatan inti tersebut, juga digelar lomba-lomba yang diikuti para guru.

‘’Prinsipnya, rangkaian kegiatan peringkatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini dikemas bagaimana mensinergikan peran para guru dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Tuban yang sejahtera, berkeadilan, berdaya saing, berbudaya, dan berwawasan lingkungan melalui mbangun deso noto kutho, khusus untuk misi yang ketiga, yakni mewujudkan SDM yang berkualitas dan terlatih,’’ tuturnya.

Pada taraf yang lain, PGRI Tuban juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan SDM para guru.

Disampaikan Witono, dalam beberapa tahun terakhir ini sudah 2.589 guru di Kabupaten Tuban dari prioritas satu (P1), prioritas dua (P2), dan prioritas tiga (P3) yang sebelumnya honorer diangkat menjadi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Tersisa honorer berstatus P3 sebanyak 52 guru di jenjang SD dan 97 guru jenjang SMP.

Mereka juga akan segera diperjuangkan untuk diangkat menjadi PPPK.

‘’(Atas komitmen Pemkab Tuban dalam memperjuangan nasib honorer menjadi PPPK, Red), kami sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan ketenagakerjaan, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tuban,’’ tuturnya.

Pun kepada para guru yang anaknya belum sempat kuliah karena suatu hal, baik kendala ekonomi maupun faktor lain yang dialami orang tua, PGRI juga membantu memberikan beasiswa atau keringanan biaya kuliah.

‘’Kami (PGRI Tuban, Red) sudah menjalin kerja sama dengan Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Bagi anak-anak para guru yang belum sempat kuliah karena kendala suatu hal, akan kami bantu. Dan bagi para guru S1 yang berprestasi, akan diberikan bea siswa untuk melanjutkan S2. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan SDM para guru,’’ tandasnya.

Dalam sarasehan pendidikan tersebut, Bupati Aditya Halindra Faridzky berkomitmen memajukan pendidikan di Kabupaten Tuban dengan kebijakan-kebijakan prioritas di bidang pendidikan.

Salah satunya menjamin pendidikan yang layak bagi anak-anak di Bumi Ronggolawe.

Dikatakan Mas Lindra—sapaan akrabnya, hingga akhir 2023 ini tersisa lebih kurang lima sekolah yang belum mendapat perbaikan ruang kelas secara total.

Artinya, sejauh ini sudah ratusan ruang kelas yang diperbaiki pemerintah daerah.

Sisa ruang kelas yang belum mendapat perbaikan itu akan segera diperbaiki.

‘’Dengan memperbaiki seluruh ruang-ruang kelas sekolah di Kabupaten Tuban ini, kami ingin agar tidak ada lagi uang gedung yang itu bisa memberatkan orang tua,’’ tuturnya.

Dalam meringankan akses anak menuju sekolah, Pemkab Tuban juga menyediakan angkutan gratis bagi siswa. Sehingga mengurangi beban ongkos transportasi bagi orang tua siswa.

‘’Di akhir tahun ini akan kami sempurnakan dengan me-launching sepuluh bus sebagai angkutan pelajar gratis,’’ ujarnya yang berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan yang sebaik mungkin.

Ketua DPRD Tuban M. Miyadi juga memiliki komitmen yang sama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Tuban.

Ditegaskan dia, selama penyusunan anggaran diperuntukkan kemajuan pendidikan, DPRD Tuban akan mendukung penuh penganggaran tersebut. (tok)

Editor : Amin Fauzie
#Dialog Interaktif #kabupaten tuban #HUT ke-78 #Hari Guru Nasional 2023 #kesejahteraan guru #memajukan pendidikan #pgri