Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

32.097 Warga Tuban Menganggur, Terbanyak Dipicu Pelamar yang Pilih-Pilih

Yudha Satria Aditama • Rabu, 29 November 2023 | 17:00 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN – Angka pengangguran di Tuban masih sangat tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) Tuban hingga Agustus 2023, tercatat sebanyak 32.097 orang sedang membutuhkan pekerjaan.

Angka pengangguran di Tuban bertambah 218 orang sejak satu tahun terakhir.

Statistisi Ahli Madya BPS Tuban Suzatmo Putro mengatakan, tingginya pengangguran di Tuban dipicu oleh beberapa faktor. Terbanyak disebabkan ketidakcocokan antara lowongan pekerjaan dengan kriteria pelamar.

‘’Misal ada lowongan kerja dengan syarat maksimal usia 25 tahun, sedangkan banyak pelamar usianya di atas 25 tahun,’’ jelas dia.

Faktor lain yang memicu tingginya angka pengangguran adalah banyaknya pelamar yang pilih-pilih pekerjaan.

Seperti ingin bekerja sesuai passion namun lapangan pekerjaan seperti yang diinginkan tersedia sangat sedikit.

‘’Banyak juga yang pilih-pilih hanya ingin kerja di Tuban karena tak mau jauh dari keluarga, sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas,’’ kata dia.

Momo sapaan akrabnya mengatakan, dari 976.758 warga usia produktif, yang terdata sudah bekerja sebanyak 697.839 orang.

Dikatakan dia, kondisi ekonomi Tuban yang meningkat membuat penyerapan pekerja juga meningkat hingga 27.118 orang sepanjang periode Agustus 2022 – Agustus 2023.

‘’Namun penyerapan lapangan kerja itu belum mengkaver semua kebutuhan angkatan kerja,’’ tutur dia.

Dari penduduk usia produktif tersebut, sebanyak 729.936 orang termasuk angkatan kerja dan 246.822 orang bukan angkatan kerja.

Disebut angkatan kerja karena mereka termasuk ke dalam kategori masyarakat usia produktif yang siap untuk bekerja.

‘’Sedangkan bukan angkatan kerja karena mereka termasuk pelajar, ibu rumah tangga, lansia, dan lainnya,’’ tutur Momo.

Pejabat asal Sidoarjo itu memaparkan solusi menekan angka pengangguran tidak sebatas dengan membuka lapangan pekerjaan saja. Melainkan, juga harus ada edukasi kepada para angkatan kerja.

‘’Meskipun tersedia lapangan pekerjaan, tapi angkatan kerja tidak mau bekerja dengan alasan tidak sesuai passion ini juga akan jadi persoalan pemicu pengangguran,’’ bebernya.

Di bagian lain, Momo menjelaskan ada fenomena meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) setahun terakhir yang didominasi pekerja wanita.

Pada 2022, persentase TPAK laki-laki sebanyak 88,40 persen dan wanita 59,47 persen.

Sedangkan pada 2023, TPAK laki-laki turun menjadi 88,35 persen dan wanita naik menjadi 61,32 persen.

‘’Selama setahun, peningkatan TPAK penduduk perempuan lebih tinggi dari laki-laki,’’ tuturnya.

Momo mengaku belum tahu persis pemicu fenomena meningkatnya angkatan kerja dari kalangan wanita.

Kemungkinannya, banyak lapangan pekerjaan yang menyerap pekerja wanita.

Faktor lain, bisa juga banyak laki-laki yang memilih bekerja di luar kota.

‘’Kami tidak mendata soal ini,’’ lanjut dia. (yud)

Editor : Amin Fauzie
#usia produktif #bps #pilih pilih pekerjaan #pengangguran di tuban