Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seniman Tuban Rilis Lagu Mbangun Deso Noto Kutho, Berikut Maknanya

Fitri Nur Asih Wijayanti • Jumat, 1 Desember 2023 | 15:00 WIB
TAMPIL CANTIK: Model berbusana carnival saat mengikuti proses pembuatan video klip lagu Mbangun Deso Noto Kutho.
TAMPIL CANTIK: Model berbusana carnival saat mengikuti proses pembuatan video klip lagu Mbangun Deso Noto Kutho.

RADARTUBAN – Seniman Tuban tak henti-hentinya menelurkan karya yang mengagumkan. Salah satu yang produktif tersebut adalah Forum Seniman Ronggolawe.

Selama tiga tahun berturut-turut, kelompok seniman itu konsisten merilis lagu untuk memperingati Hari Jadi Tuban (HJT).

Sebelumnya, Forum Seniman Ronggolawe Tuban sukses mengeluarkan karya berjudul Ronggolawe (2021) yang viral hingga ditonton 20 ribu viewers.

Selanjutnya, Lochan Batik Tuban (2022) yang disaksikan 8,2 ribu penonton.

Ingin mengulang kesuksesan yang sama, singel terbaru berjudul Mbangun Deso Noto Kutho yang dinyanyikan Yuli Widaswara itu dirilis saat momentum HJT.

Ketua Forum Seniman Ronggolawe Tuban Joko Wahyuono mengungkapkan, lagu terbaru yang rilis 27 November itu dipersembahkan dalam rangka HJT 2023.

Dia memastikan lagu berjudul Mbangun Deso Noto Kutho itu murni sebuah karya yang dipersembahkan untuk tempat kelahirannya.

‘’Makna dari lagu Mbangun Deso Noto Kutho, agar Tuban tumoto (tertata) dan kuncara (terkenal),” ungkapnya.

Selain sebagai kado untuk HJT, Joko menuturkan, lagu Mbangun Deso Noto Kutho diharapkan dapat membawa citra Tuban dikenal di kancah nasional hingga internasional.

Dikatakan dia, sudah sejak lama lagu itu selesai ditulis oleh dirinya bersama dengan rekannya Witono. Namun butuh waktu panjang untuk eksekusi ide tersebut menjadi sebuah karya.

‘’Butuh waktu empat hari untuk syuting video klip dan menghabiskan dana sekitar Rp 10 juta,’’ ujar dia.

Musisi pemilik label musik Keluarga Widaswara itu mengatakan, dalam membuat sebuah karya, dirinya bersama tim tidak pernah asal-asalan. Setiap bait lagu harus memiliki makna yang mendalam.

Begitu pula saat proses pembuatan video klip harus totalitas, termasuk dengan melibatkan sejumlah model dengan kostum carnival.

‘’Karya ini berkat kerja sama dari banyak pihak yang terlibat mulai dari awal hingga akhir,’’ tuturnya. (fit/yud)

Editor : Amin Fauzie
#Forum Seniman Ronggolawe #Hari Jadi Tuban #Lagu Mbangun Deso Noto Kutho