Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tersisa Sebulan, Serapan Anggaran Pemkab Tuban Capai 81,94 Persen

Fitri Nur Asih Wijayanti • Sabtu, 2 Desember 2023 | 17:52 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN – Masih tersisa satu bulan, serapan anggaran belanja negara Pemkab Tuban masih belum optimal. Penggunaan belanja negara yang merupakan instrumen strategis pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu per 27 November baru mencapai 81,94 persen.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tuban Martina Sri Mulyani mengatakan, realisasi serapan anggaran belanja negara oleh Pemkab Tuban per 27 November sebesar Rp 2,28 triliun atau 81,94 persen dari pagu Rp 2,78 triliun.

‘’Serapan anggaran terdiri dari belanja pemerintah pusat (BPP) dan transfer ke daerah,” kata dia.

Martina sapaan akrabnya menjelaskan, BPP yang dimaksud meliputi belanja modal, belanja pegawai, dan belanja barang. Sedangkan transfer ke daerah meliputi dana bagi hasil (DBH), dan alokasi umum (DAU), dana transfer khusus (DAK), dana desa (DD), dan dana insentif fiskal.

Pejabat yang berdomisili di Sidoarjo itu menjelaskan, per 31 Oktober, serapan BPP mencapai Rp 299,98 miliar atau sekitar 85,78 persen dari pagu Rp 349,70.

Selanjutnya, transfer ke daerah Rp 1,98 triliun atau 81,38 persen dari target Rp 2,43 triliun.

Pejabat kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah itu merincikan, BPP dengan realisasi terendah yaitu belanja modal Rp 3,53 miliar atau sekitar 64,76 persen dari pagu Rp 5,46 miliar. Belanja modal turun signifikan sebesar 82,96 persen dibandingkan periode tahun lalu.

‘’Terjadi penurunan karena pagu belanja modal turun dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Selanjutnya, realisasi belanja pegawai Rp 149,58 atau sekitar 78,93 persen dari pagu Rp 189,51 miliar.

Belanja pegawai juga terkontraksi 1,23 persen dari tahun lalu. Sedangkan belanja barang tumbuh signifikan sebesar 80,71 persen dibandingkan tahun lalu.

‘’Belanja barang mencapai Rp 119,47 miliar atau sekitar 77,21 persen dari pagu Rp 154,74 miliar,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Martina menyampaikan, kinerja APBN di wilayah Tuban masih dalam rentang positif. Alasannya, per 31 Oktober tercatat realisasi pendapatan negara wilayah Tuban men capai Rp 421,31 miliar atau 94,57 persen dari target Rp 445,48 miliar.

Dengan kontributor terbesar dari pendapatan berasal dari penerimaan perpajakan sebesar 89,34 persen.

‘’Mengalami pertumbuhan sebesar 15,72 persen, jika dibandingkan dengan period
yang sama di tahun lalu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistika, dan Persandian (Diskominfo SP) Tuban Arif Handoyo saat dikonfirmasi kemarin sore (1/12) belum memberikan jawaban.

Namun pada kesempatan sebelumnya beberapa pekan lalu, Arif memastikan Pemkab Tuban terus be upaya untuk mengoptimalkan serapan anggaran agar maksimal. (fit/yud)

Editor : Amin Fauzie
#Pemkab Tuban #serapan anggaran #pagu belanja