RADARTUBAN – Masyarakat jangan lagi mendiskriminasikan penyandang disabilitas. Itulah pesan yang ditekankan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky saat memberikan sambutan di puncak acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dengan tema Bersatu Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk, dengan dan oleh Penyandang Disabilitas di GOR Rangga Jaya Anoraga, Minggu (3/12).
Dalam kesempatan itu, Mas Lindra—sapaan akrab bupati memberikan banyak apresiasi kepada para penyandang disabilitas di Tuban.
Apresiasi itu diwujudkan dengan memberikan bantuan berupa kaki palsu, kursi roda, dan axial cruth kepada mereka yang membutuhkan.
Turut mendampingi Mas Lindra dalam momen istimewa tersebut, Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Tuban Aulia Hany Mustikasari, serta para pimpinan OPD dan camat se-Kabupaten Tuban.
‘’Peringatan HDI bertujuan untuk memberikan apresiasi dan ruang berekspresi serta kesempatan yang sama untuk para penyandang disabilitas,’’ ujar Mas Lindra.
Mas Lindra berharap, melalui peringatan HDI ini, potensi penyandang disabilitas mampu dioptimalkan. Seperti halnya menjadi atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
‘’Penyandang disabilitas memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Tuban, termasuk menjadi atlet,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, Mas Lindra menyampaikan, Pemkab Tuban berkomitmen untuk terus memberikan pelayan terbaik bagi penyandang disabilitas.
Sejumlah fasilitas publik seperti Rest Area, Hutan Kota, Mal Pelayanan Publik (MPP), dan trotoar dibangun dengan konsep ramah disabilitas.
‘’Kami juga menyediakan akomodasi sebanyak 8-10 bus yang disebar di 20 kecamatan untuk pelajar, termasuk bagi pelajar penyandang disabilitas,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A dan PMD Tuban, Sugeng Purnomo mengatakan, saat ini instansinya telah memiliki sejumlah program sebagai bentuk penyetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Di antara program tersebut, yakni program Jumpa Sahabat (Jumat pagi untuk disabilitas bahagia, berdaya, dan sehat). Kemudian, program Kampus Beraksi berupa kelas pendampingan untuk PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) berdaya, berkarya, dan berakselerasi.
‘’Program ini akan serentak dilaksanakan di seluruh kecamatan,’’ paparnya.
Selanjutnya, program Fakta (Fasilitasi Klien Tersayang) berupa penyediaan fasilitas antar jemput bagi PMKS untuk berobat ke rumah sakit jiwa maupun fasilitas rehabilitasi lainnya.
Berikutnya, program Anjasmara (antar jemput anak sekolah disabilitas masa depan cerah) berupa layanan antar jemput bagi siswa disabilitas yang bersekolah di SLB Kota Tuban.
Dan terakhir, Kafe Inklusi yang dikelola penyandang disabilitas sebagai wadah berusaha dan bekerja. ‘’Di kafe ini menyediakan sejumlah makanan dan minuman seperti halnya cafe pada umumnya,’’ tandasnya.
Peringatan HDI di ruang publik GOR tersebut berlangsung meriah. Mas Lindra bersama tamu undangan melebur bersama teman-teman disabilitas.
Senam bareng dan menyaksikan penampilan kreasi para penyandang disabilitas. Mas Lindra dan para pejabat lain juga ikut voli duduk bersama altet NPCI Tuban.
Dalam kegiatan tersebut, juga diserahkan piagam penghargaan Juara 1 lomba Pilar-Pilar Sosial tingkat Jawa Timur kategori pilar Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinsos P3A PMD Tuban atas nama Arifatul Khoiriyati, TKSK Kecamatan Singgahan. Piagam diserahkan langsung oleh Bupati Aditya Halindra Faridzky. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie