Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Duh, PMI Tuban Temukan 68 Kantong Darah Terpapar Virus, Dua Kantong Terdeteksi HIV/AIDS

Fitri Nur Asih Wijayanti • Selasa, 5 Desember 2023 | 20:15 WIB
PASTIKAN STERIL: Humas Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban Sarju Efendi, memeriksa kantong darah di laboratorium.
PASTIKAN STERIL: Humas Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban Sarju Efendi, memeriksa kantong darah di laboratorium.

RADARTUBAN-Hampir setiap bulan, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban menemukan darah pendonor yang reaktif virus.

Dalam sebelas bulan terakhir, UDD PMI Tuban sudah menemukan 68 kantong darah yang reaktif virus. Terbanyak didominasi virus hepatitis B.

Humas UDD PMI Tuban Sarju Efendi menjelaskan, 68 kantong darah yang reaktif virus itu ditemukan selama Januari hingga November.

Rinciannya, darah pendonor yang terdeteksi hepatitis B sebanyak 44 kantong, hepatitis C 13 kantong, sifilis 8 kantong, dan HIV/AIDS 2 kantong.

Sarju menjelaskan, seluruh darah yang terpapar virus berasal dari pendonor baru. Dengan rentang usia pendonor mulai 20 – 50 tahun.

Dikatakan dia, penemuan darah pendonor yang reaktif virus bukanlah hal baru.

‘’Tahun lalu ditemukan 108 kantong darah reaktif virus,” ungkap sarju.

Pria yang tinggal di Desa Tunah, Kecamatan Semanding ini menuturkan, sebelum darah ditransfusikan ke orang lain harus melalui screening atau pemeriksaan infeksi menular melalui transfusi darah (IMLTD) yang ketat.

‘’Untuk darah yang terdeteksi terpapar virus, maka akan dibuang,’’ tegas dia.

Lulusan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya itu mengatakan, meskipun pendonor sudah sering mendonor, screening akan tetap dijalankan.

Walaupun hasil donor bulan lalu lolos screening, belum tentu bulan selanjutnya juga dinyatakan sama.

Sarju mengatakan, pendonor yang darahnya reaktif virus akan dihubungi PMI Tuban. Tujuannya, melakukan uji kedua untuk memastikan kelaikan darah untuk dilaporkan ke dinas kesehatan (Dinkes).

‘’Kami juga akan melakukan koordinasi dengan rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. R. Koesma Tuban,” kata dia.

Meskipun demikian, Sarju memastikan penemuan darah yang reaktif virus tidak membahayakan pendonor lainnya.

Selain tidak akan ditransfusikan ke orang lain, peralatan yang digunakan donor juga steril dan hanya sekali pakai.

‘’Begitupun pembuangan limbah kan tong darah yang reaktif virus, kami bekerjasama dengan perusahaan pengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Tuban. Jadi aman,” tegas dia. (fit/yud)

Editor : Amin Fauzie
#donor darah #reaktif virus #PMI Tuban #pendonor