Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Terungkap Fakta Baru Nilai Seleksi Perades Sokosari Sempat Muncul sebelum Tes Selesai

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 6 Desember 2023 | 19:36 WIB
KLARIFIKASI: Pihak UWK menjelaskan terkait sistem CAT yang digunakan dalam seleksi Perades Sokosari, Kecamatan Soko.
KLARIFIKASI: Pihak UWK menjelaskan terkait sistem CAT yang digunakan dalam seleksi Perades Sokosari, Kecamatan Soko.

RADARTUBAN – Beberapa fakta baru terkait dugaan kecurangan dan nepotisme hasil seleksi mandiri perangkat desa (perades) Sokosari, Kecamatan Soko diungkap oleh Wakil Ketua DPRD Tuban Andhi Hartanto.

Itu setelah memanggil kembali panitia seleksi perades dan kepala desa, serta sejumlah pihak terakit, Senin (4/11) lalu.

Di antara fakta baru yang disampaikan peserta, yakni munculnya nilai peserta sebelum ujian berakhir.

Salah satunya, nilai peserta atas nama Indah Sulistiyani. Juga nilai multiple-choice yang sangat tinggi, tapi nilai praktik rendah.

Pada kesimpulannya, tes perades mandiri ini sudah janggal sejak awal.

‘’Ada beberapa peserta yang nilainya tiba-tiba keluar sebelum ujian berakhir,’’ kata Andhi kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Berdasar keterangan dari peserta, kejanggalan nilai itu sudah dilaporkan ke pihak pembuat soal, yakni Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.

‘’Jawabannya, nilai yang muncul sebelum ujian dimulai itu dianggap tidak benar,’’ ujarnya dan masih didalami.

Selain itu, salah satu peserta atas nama Muhaimin juga menilai bahwa panitia tidak update dengan perkembangan teknologi.

Pada ujian praktis, Windows yang merupakan Windows 2007. Padahal, terang dia, sehari-hari menggunakan Windows 2010 hingga 2019. Sehingga sedikit menyulitkan peserta.

Pihak UWK yang juga hadir dalam pemanggilan kedua tersebut langsung diminta memberikan tanggapan.

Pihak UWK membenarkan terkait adanya temuanya nilai yang muncul sebelum tes berakhir tersebut.

Menurutnya, kejanggalan itu hanya kesalahan teknis.

‘’Setelah sistemnya diperbaiki, peserta kembali mengerjakan soal,’’ kata Sucahyo Tri Budiono, perwakilan Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UWK Surabaya.

Pertemuan yang saling memberikan argumen tersebut berlangsung lebih kurang tiga jam.

‘’Selanjutnya, menjadi kewenangan camat untuk menyampaikan hasil investigasi dan keterangan dari beberapa pihak ini kepada bupati. Termasuk temuan data-data,’’ tandas Andhi. (fud/tok)

Editor : Amin Fauzie
#universitas wijaya kusuma #DPRD Tuban #desa sokosari kecamatan soko #seleksi perades #nepotisme #Dugaan Kecurangan