Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Tuban Prioritaskan Infrastruktur Jalan-Jembatan

Ahmad Atho’illah • Jumat, 8 Desember 2023 | 21:35 WIB

PERMUDAH MOBILITAS: Jembatan warna-warni ruas Desa Wangluwetan-Jatisari yang tuntas dibangun. Tahun lalu, jembatan ini tidak bisa dilintasi.
PERMUDAH MOBILITAS: Jembatan warna-warni ruas Desa Wangluwetan-Jatisari yang tuntas dibangun. Tahun lalu, jembatan ini tidak bisa dilintasi.

Infrastruktur jalan dan jembatan memberikan peranan sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab itu, Bupati Aditya Halindra Faridzky menempatkan pembangunan dan perbaikan jalan dan jembatan sebagai salah satu program prioritas Pemkab Tuban.

PELAN tapi pasti. Kurun waktu tiga tahun terakhir ini pem­bangu­nan infrastruktur di Kabupaten Tuban mengalami perkembangan signifikan.

Salah satunya infra­struktur jalan. Melalui program Batu Kapur (Bangun Tuban Kejar Penuntasan Infrastruktur), se­jum­lah proyek infrastruktur terus menerus dikerjakan.

Pembangunan jalan dan jem­batan, misalnya. Melalui program Melambung Batas (Menuju Jalan dan Jembatan Tuban yang Man­tab dan Tuntas) yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Pe­nataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPU­PRPRKP) Tuban sejak 2021 lalu, hingga saat ini sudah ber­hasil menuntaskan pembangunan jalan poros kebupaten sepanjang 567,92 kilometer (km), jalan ling­kungan 876, 698 km, dan se­banyak 40 unit jembatan. Ter­sebar di 328 desa/kelurahan dan 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban.

Berkat in­fra­­struktur ja­lan dan jem­batan yang semakin baik tersebut, mobilitas ke­gia­tan ekonomi masyarakat semakin lancar.

Dan perlahan, ekonomi masyarakat Tuban se­makin tumbuh. Dari yang semula pertumbuhan ekonomi minus 5,85 persen pada 2020, perlahan naik signifikan.

Jembatan warna-warni ruas Desa Wangluwetan-Jatisari.
Jembatan warna-warni ruas Desa Wangluwetan-Jatisari.

Selama tiga tahun kepemimpinan Bupati Aditya Ha­lindra Faridzky, pertumbuhan eko­nomi Tuban melesat hingga 8,88 persen.

Tertinggi se-Jatim dan menjadi satu-satunya kabupaten dengan lompatan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Indonesia.

Capaian pertumbunan ekonomi yang sangat meyakinkan tersebut, salah satunya tidak lepas dari peran pemerintah daerah dalam menja­min kelayakan infrastruktur jalan dan jembatan.

‘’Kemudahan mo­bilitas masyarakat mampu men­dorong pertumbuhan eko­nomi,’’ ujar Kepala DPUPRPRKP Tuban Agung Supriyadi.

Jembatan di Desa Maindu, Kecamatan Montong yang semakin kokoh setelah diperbaiki Pemkab Tuban.
Jembatan di Desa Maindu, Kecamatan Montong yang semakin kokoh setelah diperbaiki Pemkab Tuban.

Meski demikian, terang Agung, keberhasilan Pemkab Tuban da­lam meningkatkan pereko­nomian masyarakat merupakan peran ber­sama. Peran seluruh organisasi pe­rangkat daerah (OPD), keca­ma­tan, hingga peme­rintah desa.

‘’Sebagaimana yang selalu di­tekankan Mas Bupati, kunci ke­berhasilan pembangunan adalah kolaborasi dan sinergi. Dan pesan itulah yang selalu kami jalankan,’’ tegas Agung.

Masyarakat yang merasakan langsung dampak dari pem­bangu­nan dan perbaikan jalan poros kabupaten, desa, dan ling­kungan mengaku sangat bersyukur dan me­nyampaikan terima kasih atas komitmen Pemkab Tuban di era Bupati Aditya Halindra Faridzky.

Warga Desa Genaharjo, Keca­matan Semanding, misalnya. Me­reka sangat bersyukur atas tun­tasnya pembangunan jalan di desa setempat.

Jalan poros de­sa sepanjang 2,5 km yang se­mula rusak parah, kini telah ter-beton seluruhnya. Sehingga tidak ada lagi jalan utama di desa se­tempat yang rusak.

‘’Dulu, ja­­lan ini (jalan poros Desa Gena­harjo, Red) rusaknya sangat parah. Kalau hujan sangat becek. Sekarang sudah dicor bagus,’’ ujar Sukartik, salah satu warga desa setempat.

Berkat pembangunan jalan tersebut, kini masyarakat tidak lagi menge­luhkan jalan yang sulit dilintasi. Aktivitas pertanian dan kegiatan ekonomi, seperti pergerakan barang dan jasa pun semakin lancar.

‘’Jalan yang mulus sangat meng­untungkan masyarakat. Anak-anak berangkat sekolah dengan mudah. Tidak lagi melewati jalan-jalan yang rusak. Petani juga semakin dimu­dahkan saat mengangkut hasil panen. Semua menjadi lancar,’’ kata Mbaron, warga Desa Genaharjo lainnya.

Rasa syukur dan terima kasih juga diungkapkan sejumlah warga Desa Wangluwetan, Kecamatan Senori me­nyusul tuntasnya pembangunan jalan lingkungan dan jembatan ruas Wang­luwetan-Jatisari.

Sebelum jembatan terbangun, akses yang melintasi jalan setempat sangat terhambat.

‘’Hampir setahun jem­batan ini tidak bisa dilintasi. Al­hamdulillah, sekarang sudah ter­bangun. Mobilitas anak-anak ke sekolah, petani, dan pegawai kembali lancar,’’ ujar Zainal Arifin, Kaur Pe­rencanaaan Desa Wangluwetan, Ke­camatan Senori.

Anam, warga lain juga mengaku se­nang seiring tuntasnya pembangu­nan jalan lingkungan dan jembatan di desa setempat. Kini akses masya­rakat semakin lancar.

‘’Jalan dan jem­batan adalah akses untuk mem­perlancar kegiatan ekonomi. Alham­dulillah, terima kasih kepada Pemkab Tuban yang sudah ko­mitmen meng­hadirkan pembangunan infra­struktur dengan baik,’’ tuturnya. (tok)

Editor : Amin Fauzie
#Pemkab Tuban #infrastuktur #jembatan #dpuprprkp #jalan #pembangunan