RADARTUBAN – Dibutuhkan langkah-langkah taktis untuk mengejar target perbaikan Jembatan Glendeng.
Pasalnya, progres pengerjaan Jembatan Glendeng baru tercapai sekitar 81 persen. Sementara sisa waktu tahun anggaran 2023 tinggal dua pekan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Tuban Basdi membenarkan bahwa progres pengerjaan jembatan glendeng penghubung Kabupaten Tuban dan Bojonegoro tersebut tidak sesuai target.
Seharusnya, tegas dia, saat ini sudah mencapai progres 91 persen. Dan akan tuntas sesuai target.
Meski demikian, Basdi enggan membahas soal potensi keterlambatan. Sisa waktu sebelum tahun anggaran berakhir akan dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Pemantauan secara rutin akan terus dilakukan guna memastikan proyek masih on the track.
‘’Ada beberapa kendala di lapangan,’’ katanya. Dan, itulah yang menjadi alasan progres proyek tidak sesuai target.
Disampaikan dia, perbaikan Jembatan Glendeng sempat menemui kendala saat tahap pengeboran untuk membangun pondasi utama berupa bore pile.
Total pondasi sebanyak 18 titik dengan kedalaman sekitar 44 meter.
‘’Para pekerja juga sudah mengerahkan dua alat berat untuk mengebor, tapi masih terkendala,’’ ujarnya.
Para pekerja sempat dipusingkan dengan kondisi tanah di area jembatan yang kering pasca kemarau panjang, sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikan pemasangan bore pile.
Alasan dipilihnya bore pile sebagai pondasi jembatan karena untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat getaran ataupun pergerakan tanah di sekitar sungai.
‘’Meski sempat tersendat, untuk sekarang ini 18 titik bore pile telah selesai dipasang,’’ terangnya.
Untuk tahapan saat ini, lanjut dia, tinggal menyelesaikan pembangunan portal beton untuk penyangga jembatan dan tahap penyambungan jembatan dengan area jalan raya.
Tingginya curah hujan beberapa waktu lalu juga sempat menghambat proses perbaikan jembatan glendeng.
‘’Air sungai yang meluap juga membuat pengerjaan jembatan tersendat,’’ imbuhnya.
Basdi menyampaikan, kontrak pengerjaan jembatan akan selesai pada akhir tahun.
Apabila pembangunan tidak selesai sesuai target, maka akan ada denda maupun sanksi yang akan diberikan kepada kontraktor.
Meski berpotensi molor, Basdi mengaku tetap optimistis proyek tersebut akan selesai tepat waktu.
‘’Semoga perbaikan jembatan bisa selesai sebelum tahun baru, sehingga awal 2024 sudah bisa dilintasi,’’ harapannya.
Sebagaimana diketahui, perbaikan jembatan penghubung Kabupaten Tuban dengan Bojonegoro itu menelan anggaran sekitar Rp 20,8 miliar. Bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023. (an/tok)
Editor : Amin Fauzie