Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jembatan Glendeng Kejar Target, Tinggal Dua Pekan Baru Capai 81 Persen

Andreyan (An) • Rabu, 13 Desember 2023 | 16:23 WIB
PROGRES: Proses perbaikan Jembatan Glendeng dari target 91 persen baru mencapai 81 persen per Senin (11/12) lalu.
PROGRES: Proses perbaikan Jembatan Glendeng dari target 91 persen baru mencapai 81 persen per Senin (11/12) lalu.

RADARTUBAN – Dibutuhkan langkah-langkah taktis untuk mengejar target perbaikan Jembatan Glendeng.

Pasalnya, progres pengerjaan Jembatan Glendeng baru tercapai sekitar 81 per­sen. Sementara sisa waktu tahun anggaran 2023 tinggal dua pekan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pe­kerjaan Umum, Penataan Ruang, Pe­rumahan Rakyat, dan Kawasan Per­mukiman (DPUPRPRKP) Tuban Basdi membenarkan bahwa progres pengerjaan jembatan glendeng penghubung Kabupaten Tu­ban dan Bojonegoro tersebut tidak se­suai target.

Seharusnya, tegas dia, saat ini sudah mencapai progres 91 persen. Dan akan tuntas sesuai target.

Meski demikian, Basdi enggan mem­bahas soal potensi keterlambatan. Sisa waktu sebelum tahun anggaran berakhir akan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Pemantauan secara rutin akan terus dilakukan guna memastikan proyek masih on the track.

‘’Ada beberapa ken­dala di lapangan,’’ katanya. Dan, itulah yang menjadi alasan progres proyek tidak sesuai target.

Disampaikan dia, perbaikan Jembatan Glendeng sempat menemui kendala saat tahap pengeboran untuk mem­bangun pondasi utama berupa bore pile.

Total pondasi sebanyak 18 titik dengan kedalaman sekitar 44 meter.

‘’Para pekerja juga sudah mengerahkan dua alat berat untuk mengebor, tapi ma­sih terkendala,’’ ujarnya.

Para pekerja sempat dipusingkan dengan kondisi tanah di area jembatan yang kering pasca kemarau panjang, sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikan pemasangan bore pile.

Alasan dipilihnya bore pile sebagai pondasi jembatan karena untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat getaran ataupun pergerakan tanah di sekitar sungai.

‘’Mes­ki sempat tersendat, untuk sekarang ini 18 titik bore pile telah selesai dipasang,’’ terangnya.

Untuk tahapan saat ini, lanjut dia, tinggal menyelesaikan pembangunan portal beton untuk penyangga jembatan dan tahap penyambungan jembatan de­ngan area jalan raya.

Tingginya curah hujan beberapa waktu lalu juga sempat menghambat proses perbaikan jembatan glendeng.

‘’Air sungai yang meluap juga membuat pengerjaan jembatan tersendat,’’ imbuhnya.

Basdi menyampaikan, kontrak penger­jaan jembatan akan selesai pada akhir tahun.

Apabila pembangunan tidak selesai sesuai target, maka akan ada den­da maupun sanksi yang akan di­be­rikan kepada kontraktor.

Meski ber­potensi molor, Basdi mengaku tetap op­timistis proyek tersebut akan selesai tepat waktu.

‘’Semoga perbaikan jem­batan bisa selesai sebelum tahun baru, sehingga awal 2024 sudah bisa dilintasi,’’ harapannya.

Sebagaimana diketahui, perbaikan jembatan penghubung Kabupaten Tu­ban dengan Bojonegoro itu menelan ang­garan sekitar Rp 20,8 miliar. Ber­sumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023. (an/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #Jembatan glendeng #progres pengerjaan #portal beton #bore pile #mengejar target