RADARTUBAN - Bupati Aditya Halindra Faridzky menaruh perhatian besar pada penurunan angka stunting di Kabupaten Tuban.
Satu di antara program yang terus disosialisasikan, yakni membudayakan gemar makan ikan sejak usia dini. Minimal merutinkan menu makanan berbahan dasar ikan.
Dalam beberapa kesempatan, Mas Lindra—sapaan akrab bupati—menegaskan bahwa membudayakan gemar makan ikan sejak kecil adalah langkah konkrit untuk penurunan angka stunting.
Terlebih, Tuban merupakan wilayah penghasil ikan. Selain laut, potensi hasil tambak juga melimpah dan beragam.
Kekayaan alam yang luar biasa besar tersebut menjadikan masyarakat Tuban tidak pernah kekurangan ikan. Dan Mas Lindra menyadari betul potensi tersebut.
Selain mudah didapat, harga ikan di Tuban juga terjangkau. Karena itu, menggemarkan makan ikan harus menjadi budaya sejak dari lingkungan keluarga.
‘’Ikan-ikan yang dihasilkan dari laut dan tambak harus dimanfaatkan dan diolah dengan sekreatif mungkin, sehingga anak-anak tertarik untuk mengonsumsi ikan setiap hari,’’ pesannya kepada seluruh masyarakat Tuban. Utamanya kepada setiap orang tua.
Dari segi program dan kegiatan, Pemkab Tuban juga memberikan intervensi cukup besar.
Itu tampak dari anggaran yang digelontorkan Pemkab Tuban. Tahun ini, anggaran intervensi penurunan angka stunting mencapai Rp 72,99 miliar. Naik sekitar Rp 42,7 persen dari tahun lalu sebesar Rp 51,1 miliar.
Anggaran tersebut sifatnya terintegrasi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dengan tujuan yang sama, yakni penurunan angka stunting.
Termasuk di dalamnya adalah menyemarakan gerakan makan ikan.
Atas komitmen yang sungguh-sungguh tersebut, Pemkab Tuban mendapat penghargaan dari dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan diberikan atas peran aktif peningkatan konsumsi ikan di masyarakat.
Mewakili Bupati Aditya Halindra Faridzky, penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto.
Bersamaan dengan acara peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas) 2023, di Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (11/12).
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan, peringatan Harkanas merupakan bentuk perayaan atau wujud syukur Indonesia sebagai negara maritim. Arumi—sapaan akrabnya—berpesan, melalui penghargaan ini, sektor perikanan di Jawa Timur diharapkan terus berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi ikan.
‘’Pembiasaan makan ikan itu harus dilakukan sejak usia dini, mulai keluarga,’’ pesannya.
Dan itu pula yang selama ini dipesankan Mas Lindra: membudayakan makan ikan sejak dini.
Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto menyampaikan, penghargaan yang diterima Pemkab Tuban ini merupakan hasil kerja sama seluruh komponen di lingkup Pemkab Tuban dan masyarakat.
Salah satu program yang terus dijalankan adalah Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Program ini selaras dengan upaya Pemkab Tuban dalam pengentasan stunting dan meningkatkan gizi masyarakat.
Berkat program tersebut, tingkat konsumsi ikan masyarakat Tuban mengalami peningkatan cukup signifikan.
Akhir 2022 lalu konsumsi ikan di Tuban mencapai 58,31 persen. Melebihi target yang ditetapkan sebesar 54,28.
Juga mengalami kenaikan dibanding 2021 yang mencapai 57,18 persen.
‘’Hal ini tidak lepas dari arahan dan atensi yang selalu diberikan Mas Bupati. Mas Bupati memiliki perhatian serius dalam penurunan angka stunting. Dan itu bisa dimulai dengan membudayakan makan ikan sejak usia dini,” tandasnya. (tok)
Editor : Amin Fauzie