RADARTUBAN – Dari data yang didapatkan Polres Tuban, terdapat 52 gereja di Tuban tersebar di berbagai kecamatan. Namun dari jumlah tersebut, hanya 42 gereja di Tuban yang rencananya akan digunakan untuk melaksanakan ibadah saat perayaan Natal.
Jumlah gereja di Tuban yang beroperasi untuk Natal itu dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) kesiapan pengamanan Nataru (Natal dan tahun baru) di aula Sanika Satyawada Polres Tuban, Selasa (12/12).
Dalam pertemuan itu dibahas salah satu yang patut diwaspadai saat pengamanan Nataru karena bersamaan dengan momentum tahun politik.
Wakapolres Tuban Kompol Herry Moriyanto Tampake mengatakan, pengamanan kali ini berbeda karena bertepatan dengan momentum kampanye pemilu 2024. Sehingga
menambah kerawanan tersendiri dalam proses pengamanan.
‘’Pelaksanaan pengamanan Nataru dilaksanakan 12 hari, mulai 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024,’’ terang dia.
Herry menuturkan, selama pengamanan nataru akan diterjunkan 284 personel. Terdiri dari 185 personel Polri dan 99 personel dari instansi terkait.
Untuk kelancaran, Polres Tuban juga akan menyiapkan pos pelayanan yang ditempatkan di Pantai Boom serta tiga pos pengamanan di perbatasan Bancar, Pantai Kelapa, dan Terminal Wisata Sunan Bonang.
Tujuan dari pengamanan tersebut yakni terjaminnya rasa aman masyarakat dalam merayakan Natal dan tahun baru. Serta terwujudnya situasi dan kondisi Kamtibmas yang kondusif.
Meskipun pelaksanaan pengamanan Nataru kali ini bersamaan dengan pelaksanaan pemilihan umum, mantan Kapolsek Driyorejo, Gresik ini berharap tidak menjadi kendala petugas yang ada di lapangan.
‘’Dengan kolaborasi bersama, kita akan mampu melaksanakan kegiatan pengamanan ini dengan baik,’’ tegas dia. (yud)
Editor : Amin Fauzie