Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pertanian Tuban Jadi Rujukan Nasional

Ahmad Atho’illah • Jumat, 15 Desember 2023 | 17:37 WIB

ATENSI NASIONAL: Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Tuban pada 6 April 2023. Presiden Jokowi turut menanam padi di Desa Senori, Kecamatan Merakurak.
ATENSI NASIONAL: Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Tuban pada 6 April 2023. Presiden Jokowi turut menanam padi di Desa Senori, Kecamatan Merakurak.

Keberhasilan Pemkab Tuban dalam mengelola lahan pertanian telah diakui secara nasional. Selain menempati peringkat lima sebagai daerah penghasil padi tertinggi se-Jawa Timur, juga sebagai penyangga lumbung pangan nasional.

 

SEPANJANG 2023 ini, gubernur, menteri, hingga presiden rutin melakukan kunjungan kerja di Tuban. Agendanya, panen raya dan tanam padi.

Dalam setiap kunjungan kerja, gubernur, menteri, dan pre siden selalu menyampaikan kebanggaannya terhadap produksi padi di Tuban.

Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja di Kawasan Daulat Pangan (KDP) Serikat Petani Indonesia (SPI), Desa Senori, Kecamatan Merakurak, 6 April 2023 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan kebanggannya atas keberhasilan Pemkab Tuban dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi pertanian. Utamanya dalam penggunaan pupuk organik.

TUBAN LUMBUNG PANGAN: Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Aditya Halindra Faridzky saat kunjungan kerja di Tuban pada 23 November 2023 lalu.
TUBAN LUMBUNG PANGAN: Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Aditya Halindra Faridzky saat kunjungan kerja di Tuban pada 23 November 2023 lalu.

‘’Saya sangat senang, karena petani di Tuban berhasil memanfaatkan pupuk organik untuk meningkatkan hasil produksi padi,’’ katanya.

Disampaikan Jokowi, pemanfaatan pupuk organik merupakan langkah konkrit untuk mengurangi biaya produksi.

Jika mengandalkan pupuk kimia membutuhkan biaya antara Rp 5-6 juta per hektare, setelah menggunakan pupuk organik bisa menghemat hingga Rp 500 ribu per hektare.

Selain bisa menghemat biaya dan meningkatkan hasil produksi, pupuk organik juga menjadi solusi mengatasi kelangkaan pupuk.

‘’Sehingga tidak ada lagi keluhan pupuk sulit,’’ tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah akan terus mendorong pengembangan pertanian di Kabupaten Tuban. Sekaligus menjadikan pertanian di Tuban sebagai percontohan nasional.

Kebanggaan atas keberhasilan Kabupaten Tuban dalam meningkatkan produksi pertanian, juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melaksa nakan kunjungan kerja di Tuban pada 23 November 2023 lalu.

‘’Kabupaten Tuban yang menempati peringkat lima penghasil padi dan peringkat satu penghasil jagung tertinggi se-Jawa Timur, ini merupakan prestasi yang luar biasa,’’ tuturnya menghadiri panen bersama di Desa Ngadipuro dan Ngadirejo, Kecamatan Widang.

Bahkan, tegas Mentan, Kabupaten Tuban layak mendapat prioritas sebagai daerah pengembang produksi pertanian.

Dan, sebagai bentuk apresiasi, Kementan memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan pompanisasi untuk para petani.

‘’Tahun depan, bantuan akan kami realisasikan,’’ tuturnya.

Mentan berpesan, menjaga ketahanan pangan sama halnya menjaga ketahanan negara. Untuk itu, peningkatan produksi pertanian harus terus dilakukan guna memperkuat ketahanan negara dan pangan nasional.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selalu menegaskan bahwa Kabupaten Tuban memiliki peranan penting dalam ketahanan pangan di Jawa Timur.

‘’Kabupaten Tuban memiliki inovasi yang luar biasa. Keberhasilan dalam melakukan uji coba pupuk organik dengan dengan komposisi 4 banding 1, adalah inovasi yang luar biasa,’’ tuturnya bangga.

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan, petani Kabupaten Tuban adalah wajah petani di Jawa Timur yang kreatif, tangguh, dan inovatif.

Sehingga layak dijadikan rujukan atau referensi pertanian di Jawa Timur. Termasuk inovasi lelang pascapanen yang dilakukan petani di Kecamatan Rengel.

Menurutnya, inovasi tersebut berdampak positif untuk minimal menstabilkan harga gabah kering panen (GKP).

Atas atensi dan kebanggaan yang disampaikan gubernur, menteri, dan presiden terhadap pertanian di Kabupaten Tuban, Bupati Aditya Halindra Faridzky mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih.

Ditegaskan Mas Lindra—sapaan akrab bupati—Pemkab Tuban berkomitmen meningkatkan hasil pertanian di Tuban. Sehingga Kabupaten Tuban konsisten menjadi lumbung pangan nasional.

Disampaikan Mas Lindra, untuk memperlancar kegiatan pertanian, tahun ini Pemkab Tuban membangun puluhan ribu jalan usaha tani, irigasi, dan infrastruktur pertanian lainnya.

‘’Untuk jalan usaha tani, sudah terbangun sepanjang 61.046 km,’’ tuturnya.

Ditegaskan Mas Lindra, keberhasilan Pemkab Tuban dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil pertanian tidak lepas dari peran besar petani dan kolaborasi dari stakeholder.

‘’Seluruh program dan kegiatan pembangunan di bidang pertanian, muaranya untuk kesejahteraan petani dan masyarakat,’’ tandasnya. (tok)

Editor : Amin Fauzie
#pupuk organik #Lumbung Pangan Nasional #Pertanian Tuban #kunjungan kerja #daerah penghasil padi #mengatasi kelangkaan pupuk #petani