RADARTUBAN – Menjelang akhir tahun, Satlantas Polres Tuban mulai menginventarisir angka kecelakaan selama setahun terakhir. Tercatat, data 1 Januari – 12 Desember menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas menurun drastis jika dibanding tahun lalu. Tapi nyawa yang melayang akibat insiden di jalan itu lebih banyak.
Kanitgakkum Satlantas Polres Tuban Ipda Eko Sulistyo mengatakan, selama 1 Januari – 12 Desember 2023, tercatat ada 983 kecelakaan lalu lintas.
Angka tersebut turun jika dibanding kejadian selama 2022 pada periode sama yang tercatat 1.267 peristiwa.
‘’Mengalami penurunan angka kecelakaan sebanyak 284 kejadian,’’ tutur dia.
Namun yang patut menjadi perhatian adalah fatality rate atau angka kematian akibat kecelakaan tahun ini meningkat. Tahun ini, sebanyak 192 orang meninggal akibat kecelakaan.
Jumlah tersebut sedikit meningkat jika diban dingkan tahun lalu yang hanya 189 orang.
‘’Peristiwa yang menimbulkan korban meninggal dunia sedikit lebih banyak,’’ lanjut dia.
Lebih lanjut mantan Kanitreskrim Polsek Grabagan ini mengatakan, untuk korban luka berat tahun ini turun menjadi 12 orang jika dibanding tahun lalu (2022) yang berjumlah 18 orang. Sedangkan korban luka ringan juga turun dari 1.624 orang (2022) menjadi 1.286 orang (2023).
‘’Kerugian material tahun ini Rp 2 miliar, sedangkan tahun lalu Rp 2,6 miliar,’’ ungkap dia.
Eko memaparkan, kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa selama ini didominasi tabrakan antara kendaraan berat dengan roda dua. Sedangkan jalan lingkar selatan (JLS) dan Jalan Tuban – Babat masih menjadi dua titik blackspot atau lokasi dengan tingkat kerawanan kecelakaan tertinggi.
‘’Kami pasang banner imbauan di sekitar lokasi blackspot itu untuk peringatan agar lebih hati-hati di jalan,’’ tegas dia. (yud)
Editor : Amin Fauzie