RADARTUBAN – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban sukses mendatangkan lebih dari 2.500 pelari dari dalam dan luar Tuban untuk ikut memeriahkan Tuban Run 23 Retrace the Old City, Minggu (17/12).
Acara yang diselenggarakan di Lapangan Kodok Bende, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding itu berlangsung sangat meriah dan edukatif.
Tidak hanya menyediakan hadiah untuk para pelari terbaik, Tuban Run 23 juga mengenalkan wisata literasi kota lama kepada para runner.
Kepala Disbudporapar Tuban M. Emawan Putra mengatakan, Tuban Run 23 merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi Tuban.
Rute lari sepanjang 7,3 kilometer (km) itu mengadopsi dari usia Tuban yang memasuki 730 tahun.
‘’Ini salah satu upaya untuk mendatangkan wisatawan ke Tuban,’’ tutur dia.
Emawan sapaan akrabnya mengatakan, acara tersebut melibatkan banyak komunitas lari dari seluruh Indonesia.
Melalui komunitas itulah, diharapkan dapat mengenalkan Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding sebagai salah satu tujuan wisata.
‘’Desa Prunggahan Kulon ini merupakan cikal bakal adanya Tuban, sehingga kami kenalkan sebagai wisata literasi kota lama,’’ terangnya.
Festival Wisata Literasi Kota Lama (Wiratama) merupakan langkah awal Desa Prunggahan Kulon sebagai salah satu desa wisata di Tuban.
Selain itu, agar literasi kota lama Tuban dapat tersampaikan kepada generasi mendatang.
Selain menginap di jasa layanan akomodasi pariwisata seperti hotel, peserta luar kota juga menginap di home stay atau rumah warga Desa Prunggahan Kulon dan sekitarnya.
‘’Sesuai arahan Bupati Tuban Mas Lindra bahwa setiap event harus bisa memunculkan, mendorong, dan mengembangkan perekonomian mulai dari tingkat keluarga” tutur Emawan.
Pejabat lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur ini menuturkan, event tersebut tidak hanya mengenalkan sport tourism saja.
Lebih dari itu, juga diselenggarakan edukasi dan literasi sejarah melalui napak tilas ke beberapa lokasi di sekitar Desa Prunggahan Kulon.
Rute pelari yang menempuh jalan Desa Prunggahan Kulon, Prunggahan Wetan, dan Tegalagung itu juga mengenalkan potensi alam dan kuliner di tiga desa tersebut.
‘’Melalui kegiatan ini, semoga para wisatawan bisa tertarik kembali lagi untuk berwisata ke Tuban sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,’’ tegas dia.
Dalam acara tersebut dilombakan enam kategori. Meliputi; putra umum - luar kota, putri umum – luar kota, putra umum – lokal, putri umum – lokal, putra pelajar lokal, dan putri pelajar lokal.
Para best runner itu mendapatkan apresiasi berupa medali dan total hadiah Rp 40 juta.
Acara tersebut semakin meriah dengan bintang tamu Tasya Rosmala dengan iringan musik Playcoustic.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forkopimcam, tokoh masyarakat, para atlet, dan wisatawan dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia. (yud)
Editor : Amin Fauzie