Produksi jagung di Kabupaten Tuban konsisten menempati peringkat pertama se-Jawa Timur. Bahkan menjadi pemasok kebutuhan jagung nasional. Rata-rata produksi per tahun mencapai hampir 800 ribu ton.
ATAS konsistensi tersebut, sejumlah apresiasi dan penghargaan diterima Pemkab Tuban, baik di level provinsi maupun nasional.
Tahun ini, salah satu penghargaan yang diterima Bupati Aditya Halindra Faridzky, yakni Penghargaan Pengembangan Pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Selain penghargaan, Kabupaten Tuban juga dipercaya menjadi pilot project optimalisasi lahan pertanian. Selain jagung, juga padi dan kedelai.
Ditunjuknya Kabupaten Tuban sebagai percontohan optimalisasi lahan pertanian secara nasional, itu disampaikan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Soekarwo saat melakukan kunjungan kerja di Tuban awal Mei lalu.
Dalam kesempatan tersebut, pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo itu menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan Pemkab Tuban dalam mengoptimalkan lahan pertanian.
Pasalnya, optimalisasi lahan adalah langkah konkret dalam mewujudkan program ketahanan pangan nasional.
Terlebih, saat ini seluruh dunia menghadapi ancaman iklim global. Sehingga ketersediaan pangan harus diantisipasi sejak dini.
Dan Tuban berhasil menjadi salah satu daerah penyangga lumbung pangan nasional.
‘’Kabupaten Tuban memiliki potensi jagung yang luar biasa. Sehingga potensi ini harus dimaksimalkan,’’ harapannya, sekaligus menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Tuban.
Kebanggaan luar biasa juga disampaikan Pakde Karwo atas konsistennya para petani di Tuban dalam menggunakan pupuk organik.
Apalagi, pemanfaatan pupuk organik ini terbukti mampu meningkatkan produksi pertanian dan menjaga keberlanjutan lahan tanam.
‘’Ketahanan pangan menjadi kebutuhan primer yang mutlak harus diwujudkan. Untuk itu, pemerintah harus selalu hadir menjawab setiap kebutuhan petani. Potensi pangan di Tuban harus digenjot, dari hulu hingga hilir. Perencanaan program harus disusun secara berkesinambungan dengan melibatkan tiap elemen,’’ pesannya.
Seperti gayung bersambut, Bupati Aditya Halindra Faridzky berkomitmen menyukseskan pilot project optimalisasi lahan pertanian di Tuban.
‘’Kami (Pemkab Tuban, Red) siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam memaksimalkan potensi pertanian,’’ tegasnya.
Disampaikan Mas Lindra—sapaan akrabnya, untuk memaksimalkan potensi pertanian di Tuban, pemkab mengembangkan program Sekolah Petani Usaha Tani Berbasis Agribisnis (SPUBA).
Program yang dijalankan di sejumlah kecamatan ini mencakup pembuatan pupuk organik padat dan cair, pembuatan herbisida, pengendalian hama penyakit, penanganan pascapanen, pengolahan jagung, jejaring dan kemitraan usaha tani jagung, hingga pembiayaan petani jagung.
Lebih lanjut menyampaikan kebanggaan yang luar biasa atas semangat para petani di Kabupaten Tuban. Dan, melalui penggunaan pupuk organik, Pemkab Tuban berkomitmen meningkatkan produksi pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah.
‘’Harapannya, lahan pertanian di Tuban dapat di maksimalkan secara berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan melimpah.’’
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto menyampaikan, selain tertinggi se-Jawa Timur, produksi jagung yang dihasilkan juga konsisten mengalami peningkatan.
Dalam tiga tahun terakhir ini, misalnya. Pada 2021 lalu, nilai produksi yang dihasilkan mencapai 758.213 ton dari total luas panen 134.215 hektare.
Kemudian, pada 2022 meningkat menjadi 774.322 ton dari luas panen 137.121 hektare. Pun tahun ini juga diprediksi mengalami peningkatan.
‘’Untuk angka pastinya belum bisa kami sampai kan. Yang jelas, Insya Allah mengalami peningkatan,’’ terang Eko. (tok)
Editor : Amin Fauzie