RADARTUBAN – Usia harapan hidup (UHH) masyarakat Tuban semakin membaik. Pada 2023 ini, rata-rata usia bayi yang baru lahir dilaporkan mampu hidup hingga 74,77 tahun. Naik 0,24 tahun dari 2022 yang tercatat 74,19 tahun.
Data rerata umur manusia di Kabupaten Tuban itu berdasar laporan indeks pembangunan manusia (IPM) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban Andhie Surya Mustari memaparkan, membaiknya UHH itu menyusul berakhirnya pandemi Covid-19. Pasalnya, virus yang menyerang penapasan itu sangat memengaruhi rata-rata usia manusia yang baru lahir.
Setelah tak lagi pandemi, kini usia rata-rata manusia kembali membaik.
‘’Sempat menurun pada 2022 karena covid, pada 2023 ini (UHH masyarakat Tuban, Red) kembali membaik,’’ ujarnya berdasar data IPM yang dimiliki.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Esti Surahmi mengatakan, di antara faktor dan indikator yang memengaruhi angka usia harapan hidup manusia, yakni harapan subjektif atau keinginan hidup lebih panjang dengan menjaga pola hidup sehat, kemudian faktor ekonomi yang membaik setelah pandemi, tempat tinggal yang sehat, lingkungan yang mendukung, pekerjaan yang nyaman, dan termasuk juga faktor pendapatan.
‘’Dari beberapa faktor tersebut, usia harapan hidup masyarakat Tuban semakin membaik,’’ jelas Esti—sapaan akrabnya.
Dari faktor pola hidup sehat, menurut Esti, potensi hasil bumi di Kabupaten Tuban sangat mendukung.
Hasil produksi pertanian di Bumi Ronggolawe sangat melimpah. Sehingga kebutuhan makanan sehat, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan selalu tercukupi.
Lebih lanjut Esti menuturkan, gaya hidup sehat memiliki peran cukup dominan dalam meningkatkan angka harapan hidup.
‘’Seperti contoh di Tuban ini, kan banyak ya petani. Dengan tidak sadar petani ini juga melakukan pola hidup yang baik. Seperti melakukan aktivitas di ladang, secara tidak langsung sudah membakar kalori dan olahraga,’’ ujarnya.
Selain petani yang memiliki pola hidup sehat secara natural, kini masyarakat secara umum juga mulai sadar akan pentingnya hidup.
‘’Kami melihat, sekarang banyak masyarakat yang gemar olahraga. Pegawai-pegawai juga gemar jogging, sehingga hidupnya semakin sehat,’’ jelasnya.
Di sisi lain, terang Esti, juga akses kesehatan yang mudah dijangkau, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih optimal.
‘’Ketika akses pelayanan kesehatan muda, maka usia harapan hidup juga bisa meningkat,’’ tandasnya. (zia/tok)
Editor : Amin Fauzie