RADARTUBAN – DPRD Tuban bakal memanggil Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwi sata (Disbudporapar). Itu menyusul tak kunjung dicairkannya dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Tuban M. Miyadi.
‘’Kami sudah memberikan deadline pencairan terakhir Jumat (22/12), tapi hingga saat ini masih belum dicairkan, sehingga akan kami panggil untuk dimintai keterangan,’’ tegas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, Minggu (24/12).
Kapan agenda pemanggilan itu dilaksanakan, Miyadi menegaskan secepatnya.
‘’Insya Allah Rabu tanggal 27 Desember 2023 kami panggil,’’ tandas dia.
Ditegaskan Miyadi, pemanggilan ini penting untuk segera dilangsungkan menyusul sisa tahun anggaran 2023 yang tinggal hitungan hari.
Sementara hingga saat ini dana hibah KONI sebesar Rp 700 juta tak kunjung dicairkan.
‘’Akan kami klir kan semua. Jangan sampai hibah ini tidak dicairkan. Setahu kami, seluruh persyaratan yang diminta telah dipenuhi oleh KONI, tapi kenapa masih belum dicairkan?’’ tandasnya yang akan segera dicari tahu jawabannya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris KONI Tuban Ruwiyono menegaskan bahwa seluruh syarat administrasi pencairan dana hibah dari Pemkab Tuban sudah dilengkapi.
Namun, terang dia, sampai saat ini dana yang bersumber dari anggaran pendaparan dan belanja daerah (APBD) itu masih belum dicairkan.
‘’Sampai detik ini KONI belum tanda tangan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), dan juga belum tanda tangan kuitansi pencairan. Saya tidak tahu kelanjutannya bagaimana,’’ katanya.
Padahal, terang Ruwiyono, Ketua KONI Tuban Mirza Alin Mansyur juga sudah melakukan komunikasi dengan semua pihak dari Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Wiyana hingga Kepala Disbudporapar Tuban Muhammad Emawan Putra.
‘’Kami dari KONI sudah beritikad baik, tapi tidak tahu pemkab inginnya seperti apa,’’ ujarnya mempertanyakan.
Labih lanjut dia memastikan bahwa KONI sudah tidak memiliki kekurangan secara administrasi.
Menurutnya, seluruh administrasi yang menjadi syarat pencairan telah dipenuhi.
‘’Termasuk permintaan pengembalian (kelebihan bayar pada penggunaan hibah tahun sebelumnya, Red), juga sudah kami laksanakan. Jadi, sudah beres semua sejak awal Desember,’’ paparnya.
Karena seluruh persyaratan yang diminta pemkab sudah dipenuhi, dia berharap, dana hibah untuk KONI segera dicairkan.
Mengingat sebentar lagi tutup tahun anggaran 2023.
Terlebih lagi, tegas Ruwiyono, selama ini kebutuhan operasional kegiatan dan kantor ditalangi oleh pengurus dari dana iuran.
Artinya, KONI menanggung utang kepada pengurus.
‘’Harapan kami, semoga minggu ini Pemkab Tuban segera mendapatkan hidayah untuk bisa mencairkan dana hibah,’’ tandasnya, sehingga utang KONI kepada pengurus bisa segera dibayarkan.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Kepala Disbudporapar Tuban Muhammad Emawan Putra masih belum bisa dikonfirmasi. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie