Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ibadah Natal di Gereja Katolik Santo Petrus, Tuban. Romo Kholik: Momentum Menjaga Persaudaraan Jelang Pemilu

Aimatul Fauziyah • Selasa, 26 Desember 2023 | 04:25 WIB
HARI RAYA: Umat katolik melaksanakan Misa Natal di Gereja Katolik Santo Petrus Tuban, Jalan Panglima Sudirman.
HARI RAYA: Umat katolik melaksanakan Misa Natal di Gereja Katolik Santo Petrus Tuban, Jalan Panglima Sudirman.

RADARTUBAN – Rangkaian ibadah Natal umat Nasrani di Tuban Senin (25/12) berjalan khidmat.

Penjagaan ketat dari pihak kepolisian dibantu TNI dan Satpol PP dilakukan sejak Malam Misa (24/12) hingga Minggu (25/12) siang.

Kegiatan memperingati kelahiran Yesus itu berlangsung damai. Seperti yang terlihat di Gereja Katolik Santo Petrus, Jalan Panglima Sudirman.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sejak pagi sekitar pukul 07.00 para jemaat sudah memenuhi setiap sudut gereja untuk mengikuti acara Misa.

Jemaat yang hadir tampak khusyuk larut dalam doa dan puji-pujian.

Pastor Gereja Katolik Santo Petrus Tuban Romo Stefanus Kholik Kurniadi menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan ibadah Natal berjalan lancar.

Para umat Katolik merasakan suka cita Natal.

Disampaikan Romo Kholik, Natal tahun ini Gereja Katolik Santo Petrus mengambil tema Menghidupi Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, Apostolik.

Tema ini, kata dia, merujuk pada sifat Gereja Katolik yang terdiri dari empat aspek, yakni satu, kudus, katolik, dan apostolik.

Empat ciri ini saling berkaitan antara satu dengan yang lain.

‘’Gereja tidak berdiri dari dirinya sendiri, melainkan berkat karunia Roh Kudus, Kristus menjadikan Gereja,’’ jelasnya.

Romo Kholik berharap, menjelang tahun politik 2024, umat Katolik tetap membawa semangat damai sesuai iman Kristiani dan menjaga kesaudaraan lintas agama.

‘’Semoga spirit damai Natal menjadi fondasi untuk tetap menjaga kedamaian dalam kerukunan persaudaraan sesama umat manusia di tahun politik. Juga tetap menjaga kesatuan sebagai anak bangsa Indonesia dalam damai dan menjadi berkat bagi sesama,’’ pesannya.

Lebih lanjut, pastor kelahiran 1978 itu mengungkapkan, sebanyak seribu jemaat telah mengikuti misa Natal. Misa Natal dilakukan dua kali dalam gereja tersebut.

‘’Misa pertama dilakukan pada Minggu (24/12) pukul 18.00 dan Senin (25/11) pukul 08.00,” jelasnya.

Romo Kholik menyampaikan, perayaan Natal di Pastor Gereja Katolik Santo Petrus Tuban telah dilakukan kurang lebih dari satu bulan yang lalu.

Perayaan tidak hanya sekadar fisik yang berupa panggung, pernak-pernik, dan lainnya. Melainkan juga perayaan di hati.

‘’Sebelumnya juga diadakan pengakuan dosa, lomba grup band tradisional, dan juga rekoleksi pasutri,’’ jelasnya.

Kegiatan lain, yakni aksi Natal berupa pembagian bingkisan anak berupa peralatan sekolah dan sembako kepada warga.

Kapolres Tuban AKBP Suryono mengatakan, dari 52 gereja se-Kabupaten Tuban, yang digunakan untuk ibadah Natal sebanyak 42 geraja.

Sebelum Misa Natal dimulai, Polres Tuban bersama petugas gabungan melakukan penyisiran sebagian besar gereja dengan melibatkan pasukan penjinak bom. Itu dilakukan untuk memastikan seluruh tempat ibadah umat Nasrani aman. (zia/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #natal #umat katolik #nasrani #misa #Gereja Katolik Santo Petrus