RADARTUBAN-Indeks toleransi di Kabupaten Tuban sangat tinggi. Angkanya 85,49 persen. Angka tersebut merujuk nilai rata-rata toleransi sosial, politik, budaya/etnis dan agama.
‘’Ini bisa disimpulkan Kabupaten Tuban dalam kondisi baik-baik saja. Kehidupan sosial-keagamaan berjalan dengan aman, damai, dan tenteram. Warganya dinilai bisa bersikap toleran atas berbagai perbedaan di dalam kehidupan sosialnya,’’ terang Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tuban Dr. Ir. M.Amenan, MT.
Mengacu angka hasil indeks toleransi umum Tuban 2023, seluruh kecamatan angkanya di atas 80.
Keterangan indeksnya, toleransi sangat tinggi. Meski indeksnya tinggi, kata dia, tidak dimungkiri masih ada beberapa sisi yang perlu mendapat perhatian.
Salah satunya perkembangan aliran kepercayaan di Kabupaten Tuban yang perlu mendapat pengawasan.
‘’FKUB Kabupaten Tuban menjadi bagian dari tim pengawasan tersebut,’’ ujarnya.
Doktor Amenan menyampaikan, dalam proses pendirian tempat ibadah pun FKUB Kabupaten Tuban memiliki peran memberikan rekomendasi atas pendirian tersebut.
Sekaligus menjadi bagian peredam jika terjadi gesekan kelompok intra agama.
Dia juga mengungkapkan berbagai program kegiatan FKUB Kabupaten Tuban telah mengacu pada usaha mendukung terwujudnya kehidupan yang damai, aman, tenteram dalam suasana hubungan yang toleran.
Kunjungan tokoh lintas agama juga selalu dilakukan.
Terlebih, dalam suasana hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, tahun baru Imlek, dan lainnya, para tokoh lintas agama saling mengucapkan selamat.
‘’Rapat rutin para pengurus FKUB juga selalu dilakukan untuk menjaring aspirasi masing-masing tokoh agama untuk menghindari adanya gesekan atau untuk ikut menjadi solusi saat terjadi gesekan di tengah Masyarakat,’’ ujar mantan kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban itu.
Di ranah remaja, kata doktor Amenan, FKUB Kabupaten Tuban membentuk Generasi Muda Lintas Agama (Gema Utama).
Dalam organisasi ini, para remaja dari berbagai agama mau pun kelompok intra agama diwadahi untuk berkegiatan yang menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Tuban.
Kegiatan yang pernah dijalankan berupa youthcamp multi cultural.
Dalam kegiatan ini, para remaja lintas agama disimulasi untuk bisa hidup berdampingan dalam perbedaan.
Doktor Amenan menyampaikan, baru-baru ini dibentuk Kader Perempuan FKUB Kabupaten Tuban.
Hampir sama dengan Gema Utama, Kader Perempuan FKUB Kabupaten Tuban memiliki fungsi membantu FKUB dalam menjaga perdamaian di lingkungan ibu-ibu di Kabupaten Tuban.
‘’Semua lini dicoba untuk dibuat simpul-simpul yang mampu meredam masalah sosial lintas agama,’’ tegasnya.
Dia menyampaikan, yang menjadi kendala adalah terkait pendanaan dalam menjalankan roda kegiatan.
Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi FKUB, pendirian tempat ibadah, kegiatan Gema Utama, kegiatan Kader Perempuan.
‘’Diperlukan dukungan anggaran yang cukup agar peran FKUB Kabupaten Tuban dalam ikut serta menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Tuban lebih terasa,’’ kata Dokter Amenan.
Dia kemudian mencontohkan FKUB Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang mendapat dukungan anggaran yang cukup, sehingga peran FKUB sangat terasa.
Bahkan, kata Doktor Amenan, di Karanganyar, FKUB membentuk petugas Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) sampai tingkat RT.
Mereka mendapat sosialisasi dan pembinaan dari FKUB setempat.
‘’Pihak yang diberdayakan adalah tokoh-tokoh di tingkat RT. Dengan tenaga sampai tingkat RT, maka problem-problem sosial akan teratasi sedini mungkin,’’ ujarnya.
Hampir sama dengan di Tuban, kata dia, di Kabupaten Karanganyar juga memiliki kegiatan sekolah tolerasi dan kemah kebangsaan.
Hasilnya, sama-sama FKUB Kabupaten Tuban dan FKUB Kabupaten Karanganyar ikut membantu mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, aman, tenteram dan toleran.
‘’Namun, masih tetap diperlukan dukungan anggaran dari stakeholder terkait,’’ ujar nya. (ds)
Editor : Amin Fauzie