Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pemegang Saham Persatu Dinilai Tak Serius, Suporter: Lebih Baik Diserahkan Pemkab

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 8 Januari 2024 | 16:20 WIB
TAHUN INI HARUS LEBIH BAIK: Punggawa Persatu Tuban saat berlaga di Liga 3 Jatim 2023 lalu. Persatu hanya mampu finis di posisi ketiga Grup N.
TAHUN INI HARUS LEBIH BAIK: Punggawa Persatu Tuban saat berlaga di Liga 3 Jatim 2023 lalu. Persatu hanya mampu finis di posisi ketiga Grup N.

RADARTUBAN – Misi suporter “menyelamatkan” Persatu dari sanksi Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur karena hampir saja absen menjadi kontestan Liga 3 Jatim, telah usai.

Persatu mengakhiri kompetisi dengan hasil minor.

Langkah tim Laskar Ronggolawe hanya sampai di fase grup. Kini, setelah tim dibubarkan, surat keputusan (SK) pengelolaan akan dikembalikan lagi kepada pemegang saham Persatu.

Namun, sebelum SK diserahkan, suporter menuntut komitmen para pemegang saham Persatu untuk mengelola dengan baik.

‘’Jika tidak ada komitmen serius dari pemegang saham Persatu, kami akan mendorong agar Persatu dikelola pemkab saja,’’ ujar Manajer Persatu Apurwanto kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurutnya, permintaan komitmen kepada pemegang saham Persatu tersebut cukup beralasan.

Sebab, suporter melihat ketidakseriusan para pemegang saham dalam mengelola Persatu.

Setidaknya, itu tampak dari kompetisi Liga 3 Jatim 2023 lalu.

Jika saja pengelolaan tim tidak diserahkan kepada suporter, hampir pasti Persatu kena sanksi dari Asprov PSSI Jatim karena absen dalam kompetisi.

‘’Kami tidak mau pengalaman 2023 kembali terulang di 2024 ini. Karena itu (jika pemegang saham tidak serius mengelola Persatu, Red), kami berharap Persatu kembali dikelola Pemkab Tuban,’’ tandas Apurwanto.

Humas Persatu Anwar menambahkan, pengelolan Persatu oleh suporter hanya bersifat sementara atau selama kompetisi Lig 3 Jatim berjalan.

Karena Persatu gagal lolos dari fase grup, maka pengelolaan Persatu dikembalikan lagi kepada pemegang saham.

‘’SK pengelolaan ini hanya berlaku dalam satu kali event. Karena Persatu sudah selesai di Liga 3, kini saatnya mengembalikan ke pihak pemegang saham,’’ ujarnya.

Disampaikan Anwar, kegagalan Persatu di Liga 3 Jatim 2023 harus menjadi pelajaran berharga. Pasalnya, persiapan Persatu—yang dikelola suporter—untuk mengikuti kompetisi hanya kurang dua pekan.

Itu akibat ketidakjelasan pengelolaan oleh pemegang saham.

Menurutnya, jika para pemegang saham tidak memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan pengelolaan, maka lebih baik diserahkan ke pemkab.

‘’Kami rasa itu lebih baik,’’ tandasnya. (fud/tok)

Editor : Amin Fauzie
#kompetisi #liga 3 jatim #laskar ronggolawe #suporter #Pemegang Saham Persatu