RADARTUBAN – Belakangan ini, mobil dengan transmisi manual sudah jarang diminati. Rata-rata sudah beralih ke transmisi otomatis atau mobil matik.
Sales Conter dealer Honda Mitra Tuban Elsa Pratiwi mengungkapkan, dari skala 10-100 persen, peminat mobil matik menyentuh angka 90 persen.
‘’Untuk mobil manual, rata-rata hanya 10 persen,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Elsa mengatakan, mobil matik lebih banyak disukai karena lebih mudah dioperasikan.
Pada mobil matik hanya ada dua pedal, yakni pedal rem dan gas. Sedangkan mobil manual memiliki tiga pedal yang cukup rumit.
‘’Jadi sangat cocok untuk digunakan sat set saat macet,’’ jelasnya.
Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bumi Siliwangi Bandung itu menjelaskan, harga mobil matik jauh lebih mahal dibanding mobil dengan transmisi otomatis.
Namun demikian, peminatnya terus bertambah.
‘’Karena sekarang di mobil matik lebih banyak yang menggunakan continuously variable transmission (CVT) dibanding automatic. Jadi, perpindahan gigi lebih halus, namun harga jauh lebih mahal,’’ jelasnya.
Elsa menambahkan, mindset masyarakat tentang mobil matik sudah berubah. Dulu, masyarakat berpikir jika mobil matik terlalu banyak membutuhkan perawatan, namun setelah dijual harganya anjlok.
‘’Sekarang mobil matik walaupun bekas pemakaian kalau dijual harga masih tinggi,’’ tandasnya.
Sales deler Suzuki Tuban Mas Ruhan menuturkan hal yang sama. Di delernya, penjualan mobil matik baik hingga 35 persen.
‘’Walaupun penjualan mobil niaga juga tinggi, tapi peminat mobil matik selalu meningkat,’’ ujar dia.
Meski demikian, terang Ruhan, mobil manual juga masih banyak diminati oleh masyarakat yang sudah berumur.
‘’Mereka masih suka dengan manual karena mereka menganggap manual lebih kuat dari pada matik,’’ jelasnya. (zia/tok)
Editor : Amin Fauzie