RADARTUBAN – Indeks governance atau tata kelola pemerintahan di lingkup Pemkab Tuban era kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Faridzky berjalan dengan sangat baik dan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Salah satunya, dari penilaian indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Merujuk hasil evaluasi dan penilaian yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), poin indeks SPBE Pemkab Tuban mencapai 3,90 dari skala penilaian 1-5.
Penilaian meliputi domain kebijakan, tata kelola manajemen, dan layanan SPBE.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban Arif Handoyo menuturkan, indeks SPBE Pemkab Tuban pada 2023 itu mengalami peningkatan sebesar 1,58 poin dari tahun 2022 yang baru mencapai 2,32.
‘’Masuk kategori Sangat Baik,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Selain berhasil melampaui target 2023 yang dipatok 2,70 poin, penilaian indeks SPBE Pemkab Tuban ini juga melampaui indeks SPBE Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur 2023 yang mencapai 3,62 poin, atau naik 0,32 dibanding 2022 sebesar 3,30.
Tingginya lompatan penilaian SPBE Kabupaten Tuban ini bahkan telah melampaui target SPBE Pemkab Tuban hingga 2026, yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dipaparkan Arif, target SPBE Pemkab Tuban dalam RPJMD hingga 2026 nanti sebesar 3,30 poin. Detailnya, 2023 (2,70 poin), 2024 (2,90), 3,10 (2025). Artinya, penilaian indeks SPBE 2023 ini merupakan lompatan yang luar biasa.
Dan hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pemkab Tuban konsisten mendorong transformasi digital di semua aspek pelayanan.
‘’Semua ini tidak lepas kerja keras dan kolaborasi seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkup Pemkab Tuban. Utamanya peran sentral dari Mas Bupati—yang begitu concern dalam perbaikan tata kelola birokrasi, khususnya dalam digitalisasi pelayanan,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, Arif menyampaikan, dibutuhkan effort yang luar biasa dalam mencapai kinerja yang optimal. Salah satunya adalah inovasi.
Karena itu, Mas Bupati selalu mendorong setiap OPD untuk memunculkan inovasi pelayanan.
Kini, masing-masing OPD di lingkup Pemkab Tuban telah menerapkan sistem elektronik dalam kegiatan pemerintahan. Baik secara mandiri maupun yang terintegrasi dengan OPD lain.
Di antara pelayanan elektronik itu, MPP Digital Nasional, Tuban Online Single Submission (TOSS) berupa aplikasi pelayanan publik perizinan non OSS, SP4N-LAPOR (aplikasi layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat), Klinik Hoaks (aplikasi untuk mengajukan permohonan klarifikasi informasi dalam konteks hoaks dan fakta), jaringan informasi dan dokumentasi hukum (JDIH), layanan pengadaan secara elktronik (LPSE), e-kinerja, e-budgeting, e-arsip, e-PPDB, e-PBB, dan masih banyak lagi pelayanan yang sudah berbasis elektronik.
‘’Alhamdulillah, dari arahan, bimbingan, dan motivasi yang selalu diberikan Mas Bupati, Pemkab Tuban berhasil mencapai kinerja yang maksimal.
Pesan Mas Bupati, prestasi yang sangat membanggakan ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,’’ tandasnya. (tok)
Editor : Amin Fauzie