RADARTUBAN – Banyak dari seniman lukis yang mengekspresikan emosinya melalui karya seni. Mulai dari rasa gembira, sedih, hingga keresahan, biasanya tergurat dalam lukisan.
Dan “Titik Kumpul” menjadi ajang para seniman lukis mengekspresikan emosi positifnya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Budaya Loka Tuban selama sepuluh hari. Dimulai Minggu (21/11) hingga sepuluh hari ke depan.
Ada 39 lukisan karya dari 19 seniman dalam ruang Titik Kumpul tersebut.
Selain Tuban, para seniman berasal dari berbagai dari, meliputi Jogjakarta, Surabaya, Lamongan, Batu, dan Gresik.
Lukisan yang dipajang pada pameran seni bertajuk Glowing tersebut terdiri dari banyak aliran. Mulai abstrak, kontemporer, hingga instalasi.
Siswandi, penanggung jawab pameran mengungkapkan, pemilihan tema Glowing ini tidak serta merta hanya sebagai tema belaka.
‘’Kita memilih tema ini karena lukisan yang dipasang memiliki maksud yang sama dan merepresentasikan tema Glowing,’’ ujar dia.
Siswandi mengatakan, tema tersebut dipilih lantaran selain memberi hiburan, pihaknya ingin mengajak pengunjung yang melihat pameran untuk refleksi diri.
‘’Tema tersebut bisa artikan seperti semua orang ingin dan bersolek hingga lebih cantik dan glowing hanya di luar saja. Namun, banyak orang yang masih tidak memedulikan sisi dalam diri atau estetika kedalaman batin atau jiwa, perilaku atau sopan santun,” jelasnya.
Seniman yang sudah melukis sejak 2003 ini mengatakan, semua karya seni yang dipamerkan memiliki tujuan agar menjadi pantikan otokritik dan wahana kontemplasi setiap pengunjung.
‘’Banyak arti yang disampaikan dari sebuah lukisan,’’ tuturnya.
Seperti salah satu karyanya yang berjudul Pulau Kerinduan. Karya tersebut menggambarkan lukisan alam yang indah.
Siswandi mengatakan, berawal dari kerinduannya tentang alam yang indah, rindang akan dedaunan dan beraneka ragam satwa.
Dia mengatakan, bumi tidak diduduki oleh manusia saja, ada kehidupan lain yang patut dihargai keberadaannya.
‘’Mungkin dengan pembangunan yang pesat yang tujuannya mempercantik kota. Perlu untuk di kaji ulang apakah sudah terbaik untuk kehidupan bumi dan isinya,’’ pungkasnya. (zia/tok)
Editor : Amin Fauzie