RADARTUBAN – Insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pesilat yang terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang menambah daftar panjang citra buruk pendekar silat di Tuban.
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI Tuban) mendukung penuh petugas kepolisian mengusut tuntas kekerasan tersebut.
Ketua IPSI Tuban Sugeng Widodo mengatakan, pihaknya mendukung penuh jalur hukum yang ditempuh korban.
Dia juga mendukung seluruh pelaku yang beratribut perguruan silat tersebut diproses hukum.
‘’Mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang diperbuatnya’’ ujar dia.
Lebih lanjut pesilat yang juga pendidik ini menyampaikan, dilihat dari aspek apapun, perilaku kekerasan tidak dibenarkan.
Apalagi, kejadian kemarin dilakukan berkelompok oleh oknum pesilat kepada warga umum.
‘’Kami juga akan mengusut para oknum pesilat yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut,’’ ungkapnya.
Sugeng menambahkan, langkah yang akan dilakukan IPSI Tuban yakni berkoordinasi dengan ketua perguruan yang dianut oleh para pelaku pengeroyokan.
Tujuannya, agar tiap anggota mendapatkan teguran tegas dari perguruan tersebut.
‘’Kami dari IPSI tidak memberikan hukuman, kami menyerahkan seluruhnya kepada kepolisian dan ketua perguruan untuk mendapat hukuman yang pantas untuk mereka,’’ tegasnya.
Ketua IPSI periode 2023 – 2027 ini juga berharap para pelaku pengeroyokan mendapat pembinaan berkelanjutan dari pimpinan perguruan yang mereka anut.
‘’Harus diberikan efek jera agar para pelaku tidak melakukan kejadian serupa lagi,’’ jelasnya.
Untuk menghindari kejadian serupa terjadi kembali, Sugeng akan mensosialisasikan kepada seluruh pimpinan perguruan silat di Tuban untuk selalu mengawasi perilaku anggotanya.
‘’Jika memang ingin unjuk keahlian ada tempatnya, bukan di jalan raya,’’ tandasnya.
Saat disinggung terkait kejadian serupa yang hampir terjadi tiap tahunnya di Tuban, Sugeng menekankan untuk saat ini fenomana seperti ini menjadi atensi dari IPSI Tuban untuk bisa segera diredam.
‘’Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi di Tuban,’’ harap dia. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie