RADARTUBAN – Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pemasukan dari retribusi pasar tak mencapai target yang telah ditetapkan.
Belum optimalnya penagihan sewa kios disebut menjadi pemicu masih minimnya sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) sektor yang dikelola oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban tersebut.
Kepala Diskopumdag Tuban Agus Wijaya melalui Kabid Perdagangan Diskopumdag Tuban Agus Setiawan menyampaikan, hingga kini masih banyak pemilik kios pasar yang masih menunggak uang sewa.
Alasan nya, banyak kios yang sepi pembeli.
‘’Sudah ada imbauan beberapa kali untuk segera membayar,’’ ungkap dia.
Pada 2022 target yang ditetapkan sebesar Rp 1.938.704.775 dan terealiasai Rp 1.821.095.292.
Karena tak mencapai target, tahun berikutnya atau pada 2023 target yang ditetapkan sedikit turun menjadi Rp 1.922. 079. 909 dan terealiasai Rp 1.857.689.759.
‘’Dua tahun terakhir kurang sekitar Rp 100 juta dari target,’’ ujar Agus.
Saat ini ada 6 pasar yang dikelola oleh Diskopumdag Tuban.
Rinciannya Pasar Baru Tuban ada 639 kios, Pasar Pramuka 58 kios, Pasar Sore 176 kios, Pasar Jatirogo 778 kios, Pasar Karangagung 299 kios dan Pasar Bangilan 270 kios.
‘’Seluruhnya ada 2.292 kios, tapi masih banyak yang tidak ada pemiliknya,’’ terangnya.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, faktor lain minimnya retribusi pasar karena banyak kios yang kosong atau belum disewa.
Banyak kios yang tidak beroperasi itu terbanyak berada di Pasar Sore.
‘’Penagihan pemilik kios yang tidak beroperasi di pasar yang saat ini sulit untuk ditemui para rekanan di lapangan,’’ imbuhnya.
Pejabat yang tinggal di Perumahan Tasikmadu itu mengatakan tidak terpenuhinya target PAD murni karena kendala lapangan.
Dia memastikan tidak ada kebocoran retribusi.
‘’Jika ditemukan adanya oknum luar yang meminta tarif di luar kebijakan yang telah kami tentukan, maka akan kami tindaklanjuti,’’ tegas dia.
Saat ini ada 40 kios tanpa penghuni di Pasar Sore.
Di Pasar Sore, Agus merinci ada 52 kios dan hanya 10 saja yang terisi.
Dia menambahkan, menurunnya minat masyarakat berbelanja di pasar menjadi salah satu faktor banyaknya kios tanpa pemilik di pasar dan beralih berjualan via online, terutama bagi para penjual pakaian.
Meski demikian, mantan Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo Tuban ini berharap budaya berbelanja di pasar harus tetap Lestari di masyarakat.
Sebab pasar adalah salah satu kunci perputaran ekonomi masyarakat. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie