Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat Tuban Masuk Predikat Tinggi, Dispersip Konsisten Tingkatkan Minat Baca

Ahmad Atho’illah • Senin, 29 Januari 2024 | 17:00 WIB

Perpustakaan keliling jangan hanya jadi etalase buku, tapi juga pintu masuk pengalaman membaca yang utuh.
Perpustakaan keliling jangan hanya jadi etalase buku, tapi juga pintu masuk pengalaman membaca yang utuh.

Satu di antara investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di masa mendatang adalah membudayakan minat baca. Dan perpustakaan menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan harapan ideal tersebut.

 

BERANGKAT dari tujuan besar itulah, beberapa tahun terakhir ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban menaruh perhatian serius dalam meningkatkan minat baca masyarakat Tuban.

Di antara upaya yang konsisten dilakukan, yakni menambah perpustakaan di setiap kecamatan, memperbanyak koleksi buku, menyiapkan ruang baca yang nyaman, hingga rutin mengkampanyekan pentingnya membaca sejak usia dini.

Pelan, namun pasti. Upaya yang konsisten dicanangkan Dispersip Tuban mulai membuahkan hasil optimal.

Salah satunya bisa dilihat dari Tingkat Gemar Membaca (TGM).

Merujuk hasil kajian TGM Provinsi Jawa Timur 2023, indeks minat baca masyarakat Tuban mencapai 66,6 persen.

Nilai persentase tersebut masuk kategori predikat Tinggi.

Kepala Dispersip Tuban Nur Khamid menyampaikan, nilai TGM Kabupaten Tuban tersebut mengalami kenaikan 2,6 persen dari 2022 yang mencapai 64,0 persen.

‘’Artinya, pada 2023 lalu tingkat kegemaran masyarakat Tuban dalam hal membaca mengalami peningkatan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Khamid, TGM merupakan survei mengukur tingkat kegemaran membaca masyarakat di seluruh kabupaten/kota se-Jatim.

Tujuan dari TGM, yakni mendiskripsikan motivasi membaca dan kegiatan mengisi atau memanfaatkan waktu luang; mengetahui sejauh mana tingkat kegemaran masyarakat dalam membaca; mendiskripsikan peran lingkungan dalam meningkatkan minat baca; dan sebagai rumusan kebijakan dan program dalam mengembangkan prilaku gemar membaca masyarakat.

Penilaian dalam survei ini melibatkan 400 responden. Rinciannya, 160 responden laki-laki dan 240 responden perempuan.

Adapun indikator penilaiannya, meliputi frekuensi membaca (FM), durasi membaca (DM), jumlah buku (JB), frekuensi akses internet (FAI), dan durasi akses internet (DAI).

Survei terbagi dalam tujuh skala usia. Yakni, 10-12 tahun (11,5 persen), 13-17 tahun (20,2 persen), 18-24 tahun (20,24), 25-39 tahun (20,2), 40-54 tahun (15,3 persen), 55-69 tahun (9,3 persen), dan usia di atas 69 tahun (3 persen).

Artinya, generasi muda di Tuban masuk kategori gemar membaca.

Dari tabel survei tersebut, TGM Kabupaten Tuban dapat disimpulkan: mayoritas frekuensi membaca masyarakat Tuban dalam seminggu antara 5-6 kali, dengan durasi membaca berkisar 2-3 jam, dan menamatkan 5-6 buku dalam tiga bulan.

Dari bermacam indikator yang dinilai tersebut, TGM Kabupaten Tuban masuk kategori tinggi, 66,6 persen.

‘’Sebagai investasi SDM jangka panjang, kami terus menanamkan budaya baca sejak usia dini,’’ tutur Khamid.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan itu menyampaikan, survei TGM ini  sekaligus menjadi gambaran tingkat literasi masyarakat Tuban.

Bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, tepatnya di era kepemimpinan Bupati  Aditya Halindra Faridzky, literasi masyarakat Tuban kian membaik.

‘’Mas Bupati selalu menyampaikan bahwa fondasi generasi mendatang adalah SDM yang unggul. Dan salah satu upaya untuk mewujudkan harapan itu (SDM unggul, Red), dimulai dengan gemar membaca sejak dini. Itulah yang selama ini kami upayakan secara konsisten, ’’ tuturnya. (tok)

Editor : Amin Fauzie
#minat baca #Dispersip Tuban #TGM #perpustakaan