RADARTUBAN - Meningkatnya tingkat kegemaran masyarakat Tuban dalam membaca tidak lepas dari peran strategis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban.
Peran sentral itu diwujudkan dengan menambah perpustakaan baru di sejumlah kecamatan, menambah koleksi buku, dan memastikan kenyamanan pengunjung perpustakaan.
Berkat komitmen seluruh jajaran pegawai Dispersip, peran sentral tersebut berjalan dinamis dan optimal.
‘’Meningkatnya TGM Kabupaten Tuban ini merupakan hasil kerja keras bersama. Utamanya atensi dan motivasi dari Mas Bupati (Aditya Halindra Farodzky),’’ kata Kepala Dispersip Tuban Nur Khamid kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Khamid, sejauh ini Pemkab Tuban sudah memiliki 14 perpustakaan. Rinciannya, 1 perpustakaan daerah, 12 perpustakaan kecamatan, dan 1 perpustakaan hibrid di Mal Pelayanan Publik (MPP). Rencananya, tahun ini juga akan menambah lagi perpustakaan baru di kecamatan.
‘’Insyallah, targetnya setiap kecamatan ada perpustakaan,’’ tuturnya.
Selain perpustakaan, Dispersip Tuban juga menyediakan fasilitas pengetahuan berupa 3 mobil perpustakaan keliling.
Mobil-mobil inilah yang rutin mobile—menebar “virus” budaya gemar membaca ke sekolah-sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA, ruang-ruang publik seperti Alun-alun, kompleks GOR Rangga Jaya Anoraga, dan kegiatan car free day (CFD).
‘’Alhamdulillah, pelan tapi pasti, upaya itu (menumbuhkan budaya gemar baca, Red) kini mulai membuahkan hasil. Semoga ke depan semakin lebih baik lagi,’’ doanya.
Upaya menumbuhkan budaya gemar membaca tidak hanya dilakukan secara konvensional.
Seiring dengan perkembangan teknologi, Dispersip Tuban juga melahirkan inovasi-inovasi digital.
Salah satunya, inovasi Tuban Digital Library (TULIB).
Dengan adanya inovasi tersebut, masyarakat Tuban bisa dengan mudah mencari koleksi buku hingga jurnal melalui aplikasi tersebut.
‘’Yang sudah baik ini harus terus dikembangkan. Dan tujuan dari itu semua adalah membudayakan masyarakat gemar membaca,’’ tandasnya. (tok)
Editor : Amin Fauzie