Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kabar Baik, Petani Bisa Kembali Mulai Bercocok Tanam. BMKG Tuban: Puncak Musim Penghujan Mulai Pekan Ini

Andreyan (An) • Rabu, 31 Januari 2024 | 00:39 WIB
Ilustrasi petani menanam padi
Ilustrasi petani menanam padi

RADARTUBAN – Kabar melegakan untuk petani di Kabupaten Tuban setelah sebulan lebih cemas akibat intensitas hujan yang rendah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban memprediksi, puncak musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi akan berlangsung mulai pekan ini.

Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama menyampaikan, seluruh titik kecamatan di Kabupaten Tuban akan terkena dampak kenaikan curah hujan yang relatif lebat.

Khususnya, Tuban bagian selatan. Di antaranya, Kecamatan Soko, Parengan, dan Singgahan.

Kendati dominan di wilayah Tuban selatan. Namun, tegas Zem—sapaan akrabnya—seluruh wilayah di Bumi Ronggolawe diprediksi diguyur hujan dengan intensitas cukup sering dan lebat.

Artinya, kebutuhan air untuk memasuki musim tanam akan tercukupi. Terlebih, lahan persawahan tadah hujan.

‘’Hujan lebat akan sering terjadi pada waktu siang dan sore hari,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Senin (29/1).

Lebih lanjut, mantan Kepala Seksi Observasi BMKG Juanda itu mengatakan, meski sudah memasuki musim penghujan dan dengan intensitas hujan yang cukup lebat.

Namun, masyarakat akan tetap merasakan terik matahari yang terkadang cukup panas, tapi setalah itu turun hujan deras.

Cuaca yang masih tidak menentu itu karena masih dalam pengaruh fenomena El Nino.

‘’Biasanya, fenomena ini (panas yang cukup terik, Red) disusul mendung dan dengan curah hujan yang relatif deras,’’ paparnya.

Sampai kapan intensitas hujan ini akan berlangsung? Zem menyampaikan, berdasar prediksi BMKG, hujan dengan intensitas yang cukup akan berlangsung hingga April nanti.

Artinya, jika petani baru memulai musim tanam pada puncak musim penghujan kali ini, kemungkinan kebutuhan air akan tercukupi hingga April nanti atau menjelang masa panen.

‘’Puncaknya (musim penghujan, Red) dengan intensitas hujan tinggi pada Februari nanti, tapi sampai April diprediksi masih akan turun hujan,’’ ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar petani tadah hujan di Kabupaten Tuban sempat gagal memulai musim tanam karena intensitas hujan di awal musim penghujan yang cukup rendah.

Benih yang sudah kadung ditabur tidak bisa ditanam karena ketersedian air yang sangat minim.

Kondisi sulit itu dihadapi oleh sebagian petani seperti di Kecamatan Grabagan dan Palang—yang mengandalkan tadah hujan.

Dengan kabar prediksi yang melegakan dari BMKG Tuban tersebut, kini petani yang sempat gagal memulai musim tanam bisa kembali mengawali musim tanam.

‘’Semoga prediksi ini benar, dan kami akan memulai tabuh benih lagi,’’ kata Nasikin, salah satu petani tadah hujan di Desa Waleran, Kecamatan Grabagan saat dikonfirmasi wartawan koran ini ihwal prediksi puncak musim penghujan dari BMKG Tuban.

Lain Nasikin, lain Suntoro. Petani asal Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang baru akan memulai tabur benih lagi ketika hujan benar-benar rutin turun saban hari.

‘’Kami akan melihat situasinya lebih dulu. Semoga intensitas hujannya benar-benar lebat. Tidak seperti awal musim penghujan lalu,’’ tuturnya. (an/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Puncak musim penghujan #BMKG Tuban #Fenomena El Nino #petani