RADARTUBAN – Jumlah orang dengan gangguan jiwa di Tuban cukup mengkhawatirkan.
Sepanjang 2023, terdata sebanyak 2.063 orang yang dalam penanganan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban.
Kepala Dinkes P2KB Tuban Esti Surahmi menegaskan, ODGJ tidak selalu identik dengan orang yang tidak memakai baju di jalan atau fasilitas umum.
‘’Penderita gangguan mental banyak jenisnya, jadi tidak bisa disimpulkan bahwa semua ODGJ adalah orang gila,” jelas dia.
Lebih lanjut Esti menjelaskan, gangguan jiwa ringan ditandai dengan depresi dengan gejala murung, tidak bersemangat, atau panik.
Sedangkan dikategorikan sebagai gangguan jiwa berat jika depresi ditandai dengan menurunnya kemampuan berpikir, kognitif, psikomo torik, dan terlalu cemas akan masa depan.
Lulusan Universitas Airlangga (Unair) ini mengatakan, sebanyak 2.063 ODGJ yang terdata merupakan kategori depresi ringan dan berat.
Dia menyampaikan, ODGJ kerap kali mendapatkan tindakan diskriminatif.
‘’Sehingga peran keluarga dan dukungan lingkungan sekitar untuk memberikan layanan tanpa tindakan diskriminatif sangat penting bagi orang dengan gangguan mental,’’ terang dia.
Dengan demikian, kata Esti, pasien yang sudah melewati masa sulitnya dapat pulih dan kembali melanjutkan hidupnya.
Esti memastikan pihaknya selalu melakukan skrining awal kepada orang yang memiliki gejala gangguan jiwa.
‘’Agar bisa diatasi sebelum parah,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsos P3A PMD) Ismail menambahkan, sepan jang 2023 pihaknya menangani 69 ODGJ kategori berat.
Mantan Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban ini mengatakan, setelah mendapat penanganan dari rumah sakit jiwa (RSJ), ODGJ yang sudah ada pengakuan dari biometri atau membaik telah dipulangkan ke keluarganya.
‘’Hampir semua sudah mendapatkan penanganan di RSJ Surabaya dan Malang untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut dan juga pembinaan,” jelasnya. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie