Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jembatan Glendeng Resmi Dibuka untuk Roda Dua dan Empat, DPUPR Sebut Konstruksi Bisa Bertahan hingga 50 Tahun

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 2 Februari 2024 | 16:33 WIB
ALHAMDULILLAH...: Pengendara dari Tuban dan Bojonegoro yang mulai Kamis (1/2) bisa melintasi Jembatan Glendeng.
ALHAMDULILLAH...: Pengendara dari Tuban dan Bojonegoro yang mulai Kamis (1/2) bisa melintasi Jembatan Glendeng.

RADARTUBAN – Yang menjadi harapan bersama itu akhirnya terwujud Kamis (1/2).

Jembatan Glendeng yang menghubungkan Tuban dan Bojonegoro resmi dibuka.

Peresmian pembukaan akses jembatan yang baru saja tuntas diperbaiki, itu dipimpin oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi bersama jajaran forum lalu lintas Tuban dan Bojonegoro.

Setelah sesi seremonial pembukaan secara sederhana tersebut, pengendara roda dua dan empat yang sudah menunggu di setiap ujung jembatan, baik dari Tuban maupun Bojonegoro akhirnya melintas dengan penuh kegembiraan.

Maklum, telah cukup lama jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo ini ditutup. Lebih kurang dua tahun.

Dan sepanjang waktu itu pula, para pengendara dari Tuban maupun Bojonegoro terpaksa menempuh jalur alternatif yang begitu panjang. Puluhan kilometer.

Menghabiskan ongkos operasional yang begitu banyak. Karenanya, pembukaan Jembatan Glendeng ini bak kado istimewa tahun 2024.

TERIMA KASIH PEMKAB TUBAN: Warga melintas di Jembatan Glendeng. Kini akses dari Tuban ke Bojonegoro atau sebaliknya, semakin cepat.
TERIMA KASIH PEMKAB TUBAN: Warga melintas di Jembatan Glendeng. Kini akses dari Tuban ke Bojonegoro atau sebaliknya, semakin cepat.

Rasa syukur dan ucapan terima kasih dari warga kepada Pemkab Tuban, khususnya Bupati Aditya Halindra Faridzky terus mengalir.

‘’Alhamdulillah, matur nuwun Mas Bupati… (Aditya Halindra Faridzky, Red),’’ ujar para pengendara yang melintasi Jembatan Glendeng setelah resmi dibuka.

Riuh syukur dan ucapan terima kasih itu menggambarkan begitu gembiranya masyarakat yang telah lama menunggu perbaikan Jembatan Glendeng.

Kepala DPUPRPRKP Tuban Agung Supriyadi mengatakan, dibukanya Jembatan Glendeng setelah setahun lebih ditutup karena perbaikan, akhirnya mendekatkan  kembali akses antara Tuban–Bojonegoro.

‘’Setelah ini, diharapkan roda perekonomian Tuban dan Bojonegoro kembali bergeliat. Jalur distribusi barang jasa lebih lancar dan masyarakat mendapatkan efek yang luar biasa, sehingga perekonomian ke dua kabupaten semakin meningkat,’’ ujarnya setelah membuka secara resmi Jembatan Glendeng.

Agung sangat bersyukur karena perbaikan jembatan penghubung dua kabupaten yang diprakarsai Pemkab Tuban ini akhirnya tuntas.

Sehingga akses Tuban-Bojonegoro kembali lancar, efektif, dan efesien.

‘’Dalam dalam waktu dekat, jembatan ini juga sudah bisa digunakan saat arus mudik Lebaran,’’ imbuhnya.

RESMI DIBUKA: (Tengah) Kepala DPUPRPRKP Tuban Agung Supriyadi bersama jajaran forum lalu lintas Tuban dan Bojonegoro membuka secara resmi akses Jembatan Glendeng, Kamis (1/2).
RESMI DIBUKA: (Tengah) Kepala DPUPRPRKP Tuban Agung Supriyadi bersama jajaran forum lalu lintas Tuban dan Bojonegoro membuka secara resmi akses Jembatan Glendeng, Kamis (1/2).

Dalam momen peresmian itu, Agung bercerita bahwa dalam proses perbaikan jembatan ini sempat mengalami sedikit kendala.

Itu terjadi saat proses bor pile untuk mendirikan tiang penyanggah.

Alat berat untuk bor pile tak bisa bekerja maksimal karena tanah yang berlumpur.

Namun akhirnya bisa dikerjakan dengan baik, dan kini memiliki konstruksi yang sangat kuat. Sebab, tiang penyangga di tanam sedalam 44 meter dari permukaan tanah dengan diameter 9 meter.

‘’Jembatan Glendeng ini kami pastikan bisa bertahan hingga 50 tahun,’’ ujarnya.

Namun, lanjut Agung, batasan bagi kendaraan yang melintas.

Untuk kendaraan truk, batas maksimal muatan setinggi 2,8 meter dan dengan tonase maksimal 8 ton.

‘’Mengingat jembatan ini merupakan jalan kabupaten dan termasuk jalan tipe C, sehingga batas tonasenya hanya 8 ton,’’ bebernya.

Ubaidi, salah satu pengendara mengaku sangat bersyukur dengan dibukanya kembali Jembatan Glendeng tersebut.

Ketika ingin ke Bojonegoro, dia tidak perlu lagi memutar—melewati jalur alternatif hingga puluhan kilomter ke Menilo, atau bahkan Ponco.

‘’Kami senang sekali dengan diresmikannya Jembatan Glendeng. Ini menjadi pertanda baik bagi perekonomian warga,’’ tuturnya. (fud/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Jembatan glendeng #peresmian #konstruksi