Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Masih Krisis, Berikut Formasi Kebutuhan Guru Bahasa Jawa di Tuban

Andreyan (An) • Jumat, 2 Februari 2024 | 18:46 WIB
Ilustrasi Guru Bahasa Jawa
Ilustrasi Guru Bahasa Jawa

RADARTUBAN – Bukan tidak mungkin kebiasaan berbahasa Jawa akan semakin hilang peminatnya dari tahun ke tahun.

Selain minim regenerasi penerus, dari kalangan pendidik juga sepertinya minim peminat.

Terbukti, sejak beberapa tahun terakhir di Tuban masih krisis guru Bahasa Jawa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Abdul Rakhmat menyampaikan, saat ini hanya ada 23 guru Bahasa Jawa di jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Kebutuhan tenaga pendidik di posisi tersebut masih cukup banyak yang belum terisi.

‘’Cukup banyak guru Bahasa Jawa yang pensiun di tahun lalu,’’ ujar dia.

Rakhmat menerangkan, 23 guru saat ini tercatat sudah memiliki sertifikat pendidikan (serdik) Bahasa Jawa. Sedangkan kebutuhan jenjang SMP sekitar 43 formasi.

‘’Untuk sementara kekosongan ini dirangkap oleh beberapa guru di sekolah tersebut yang tidak memiliki serdik,’’ tuturnya.

Pejabat lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, faktor kekosongan ini juga dipengaruhi masa pensiun guru di tahun 2023 yang hampir bersamaan.

Pada tahun lalu, rata-rata ada sekitar 20 guru memasuki masa pensiun tiap bulannya.

‘’Banyak guru berbagai mapel yang pensiun tahun lalu,’’ ungkap dia.

Rakhmat juga menambahkan, idealnya di setiap SMP memiliki dua guru mapel Bahasa Jawa.

Sedangkan saat ini tiap sekolah SMP negeri maupun swasta di Tuban, rata-rata hanya punya satu guru Bahasa Jawa.

Bahkan sering ditemui juga guru Bahasa Jawa yang mengajar di dua sekolah.

‘’Masih banyak guru yang merangkap di dua sekolah berbeda,’’ jelasnya.

Pejabat yang berdomisili di Perumnas Tasikmadu ini mengatakan, seleksi pegawai pemerintahan dengan perjanjiann kerja (PPPK) Tuban di 2023 tidak ada formasi guru mapel Bahasa Jawa.

Sebanyak 332 lowongan hanya berisi formasi guru mapel di luar Bahasa Jawa.

‘’Kami sudah mengusulkan untuk mengadakan formasi tersebut tahun ini,’’ imbuhnya.

Kekosongan guru mapel ke arifan lokal itu diperparah dengan fakta saat ini.

Peminat dari tenaga pendidik pada bidang ini relatif sedikit dibandingkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Rakhmat juga membenarkan antusias generasi sekarang ini untuk memperdalam ilmu tentang bahasa ibunya sendiri cenderung
menurun tiap tahunnya.

‘’Semoga regenerasi peminatan Bahasa Jawa terus ada tiap tahunnya,’’ harap dia. (an/yud)

Editor : Amin Fauzie
#pendidik #kekosongan #guru bahasa jawa #Disdik Tuban