Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peta Koalisi Pilkada Tuban Menunggu Hasil Pileg, PKB Beri Sinyal Usung Calon Bupati Sendiri

M. Mahfudz Muntaha • Sabtu, 3 Februari 2024 | 16:00 WIB
MUNGKINKAH BERLANJUT KOALISI: Bupati Lindra bersama dengan Ketum Partai Demokrat AHY serta jajaran di Pendapa Kridha Manunggal pada 24 Januari lalu. Tampak keakraban dalam momen tersebut.
MUNGKINKAH BERLANJUT KOALISI: Bupati Lindra bersama dengan Ketum Partai Demokrat AHY serta jajaran di Pendapa Kridha Manunggal pada 24 Januari lalu. Tampak keakraban dalam momen tersebut.

RADARTUBAN – Gong tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 sudah dimulai.

Namun, sejumlah partai politik (parpol) sepertinya masih enggan berbicara soal peta potensi pencalonan bupati.

Sejauh ini baru Partai Golkar yang sepertinya sudah pasti mengusung kembali Bupati Aditya Halindra Faridzky untuk periode kedua.

Hanya saja, hingga saat ini belum ada sikap pasti dari parpol. Termasuk potensi peta koalisi.

‘’Kami masih fokus pileg (pemilihan legislatif) dan pilpres (pemilihan presiden),’’ ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Tuban Suratmin kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Ratmin—sapaan akrab Suratmin, un tuk saat ini belum ada pembahasan ihwal pilkada. Apalagi membahas koalisi.

‘’Mungkin setelah pemilu nanti, kami akan mulai komunikasi dengan parpol lain,’’ katanya.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi Golkar DPRD Tuban itu menegaskan, hasil pileg penting menjadi sandaran bagi setiap parpol dalam menentukan langkah pilkada.

Sebab itu, strategi dan komunikasi lintas parpol bisa dilakukan setelah mengetahui hasil pileg.

Bagaimana dengan PKB? Parpol pemenang pemilu di Tuban selama dua periode ini juga belum menentukan sikap.

Meski sempat memberikan sinyal bakal mengusung calon bupati sendiri. Namun, hingga saat ini belum ada calon dari PKB yang tampak.

Jangankan tampak, man atau siapa calon yang akan diusung saja belum muncul ke permukaan.

Ketua DPC PKB Tuban Miyadi menegaskan bahwa saat ini parpolnya masih berfokus untuk memenangkan pileg.

Targetnya, mempertahankan 16 kursi yang diperoleh pada pemilu 2019 lalu sekaligus hattrick sebagai parpol pemenang pemilu di Tuban.

‘’Kami menangkan pileg dulu,’’ ujarnya.

Disampaikan Miyadi, hasil pileg sangat menentukan langkah PKB dalam menyongsong pilkada serentak 2024.

Sebab, hasil pileg akan sangat memengaruhi positioning partai berlambang bola dunia itu dalam mengusung calon bupati.

‘’Yang pasti, kami akan menyiapkan calon sendiri untuk tetap maju pilkada,’’ tegasnya.

Setali tiga uang, Partai Demokrat juga masih malu-malu mebahas pilkada.

Padahal, beberapa hari lalu, jajaran DPC Partai Demokrat Tuban bersama Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Dardak dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Bupati Aditya Halindra Faridzky di Pendapa Kridha Manunggal.

Pertemuan itu berlangsung usai kegiatan kampanye Partai Demokrat di Tuban.

Dalam pertemuan itu, komunikasi Ketua Umum Partai Demokrat AHY dengan Bupati Lindra sangat cair.

Tak pelak, potensi Golkar dan Partai Demokrat untuk kembali berkoalisi mengusung calon bupati dan wakil bupati kembali terbuka untuk periode kedua nanti.

Namun, jajaran DPC Partai Demokrat masih enggan membicarakan soal potensi koalisi tersebut.

‘’Pilkada nanti dulu, sekarang masih fokus kami menangkan pileg,’’ ujar Ketua DPC Demokrat Tuban Imam Sutiyono.

Ditegaskan dia, pertemuan dengan Bupati Lindra pada 24 Januari lalu hanya pertemuan biasa, yakni undangan makan siang dengan AHY.

‘’Itu makan siang biasa (tidak membahas pilkada, Red),’’ tandasnya. (fud/tok)

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #Peta Koalisi #Pilkada Serentak 2024 #pencalonan bupati #parpol