RADARTUBAN – Sistem informasi rekapitulasi (sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali disimulasikan. Namun, lagi-lagi bermasalah.
Ketika dilakukan simulasi ulang di kantor Kecamatan Tuban, Rabu (31/1) lalu, sistem rekapitulasi suara hasil pemilu secara online itu kembali ngadat.
Operator yang menjalankan aplikasi tersebut kesulitan untuk login.
Lantas, apakah aplikasi ini masih akan digunakan? Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Tuban Nur Hakim mengatakan, masalah loading aplikasi sirekap yang lama itu disebabkan penggunaan aplikasi yang serentak secara nasional.
Sehingga, kilah dia, server di pusat menjadi lemot.
‘’Setelah menunggu beberapa saat aplikasi bisa digunakan lagi,’’ katanya.
Ditegaskan Hakim, meski sudah dua kali simulasi dan mengali kendala, menurutnya, kendala pada simulasi yang kedua ini sudah mendingan ketimbang yang pertama.
Jika sebelumnya lemot dan kesulitan membaca angka dan huruf, kali ini hanya masalah loading saja.
‘’Sudah lebih baik. Untuk pembacaan angka dan huruf sudah mendekati benar,’’ ujarnya.
Karena itu, lanjut Hakim, aplikasi sirekap ini akan tetap digunakan serentak se-Indonesia pada pemilu 14 Februari nanti.
Untuk beberapa kendala yang kembali muncul pada simulasi kedua sudah dilaporkan ke KPU RI.
‘’Kami berharap, ke depan tidak ada masalah teknis lagi,’’ tuturnya.
Untuk memastikan keandalan aplikasi sirekap, simulasi ketiga akan kembali dilaksanakan serentak se-Indonesia.
‘’Semoga pada simulasi ketiga nanti, semua kendala sudah teratasi,’’ harapannya. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie