RADARTUBAN – Puluhan calon jemaah haji (CJH) 2024 asal Tuban memutuskan tunda berangkat. Alasannya, mereka tidak mampu melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih) yang dinilai terlalu tinggi.
Berdasar data yang dihimpun Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, hingga Senin (5/2) sudah ada 28 jemaah yang menyatakan tunda berangkat.
‘’(Alasannya, Red) rata-rata karena tidak sanggup melakukan pelunasan bipih,’’ kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tuban Ashabul Yamin kepada Jawa Pos Radar Tuban, Senin (5/2).
Diakui Yamin, pelunasan bipih tahun ini memang cukup mahal. Jika mengacu besaran bipih Embarkasi Surabaya, totalnya sebesar Rp 60,5 juta.
Jika dikurangi dengan setoran awal Rp 25 juta, maka sisa bipih yang harus dilunasi sebesar Rp 35,5 juta.
Praktis, jika berangkatnya sepasang, suami-istri, maka total bipih yang harus dilunasi sebesar Rp 71 juta.
Belum termasuk keperluan lain, seperti tes kesehatan, pembuatan paspor, dan biaya lain-lain selama berhaji.
Dapat diasumsikan, biaya lain-lain itu minimal Rp 10 juta per orang.
‘’Jadi, kalau dikatakan besar, ya memang kost-nya besar. Makanya, beberapa jemaah memutuskan tunda berangkat,’’ ujarnya.
Harapannya, dengan memutuskan tunda berangkat tersebut, para jemaah bisa mulai menabung kebutuhan bipih untuk tahun depan dari sekarang. Dengan begitu, 2025 nanti bisa berangkat.
Selain alasan keuangan, lanjut Yamin, ada juga yang karena belum siap mental.
Sebab, selama ini belum pernah mengikuti manasik haji.
Ada juga karena alasan menunggu keluarga yang tahun ini belum bisa berangkat belum berangkat tahun ini.
‘’Untuk alasan mental menunggu keluarga ini sangat sedikit. Mayoritas, ya karena alasan keuangan,’’ ujarnya.
Disampaikan Yamin, setiap jemaah yang memutuskan tunda berangkat wajib membuat surat pernyataan.
‘’Agar nantinya, di belakang hari tidak terjadi masalah,’’ imbuhnya.
Apakah jemaah yang tunda berangkat tersebut otomatis diganti oleh jemaah nomor porsi di bawahnya? Ditegaskan Yamin, porsi jemaah yang kosong akibat tunda berangkat itu akan dikembalikan kepada Kemenag pusat.
‘’Selanjutnya, terserah nanti diisi dari mana saja itu kewenangan pusat. Bisa saja ditempati CJH dari Tuban sendiri atau dari kabupaten lain,’’ tandasnya.
Sebagaimana diketahui, kuota CJH yang diterima Kemenag Tuban pada 2024 ini sebanyak 1.356 jemaah. Rinciannya, 972 jemaah reguler, 27 lansia, dan 358 cadangan.
Praktis, untuk sementara sudah berkurang 28 jemaah menyusul pernyataan tunda berangkat. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie