RADARTUBAN – Hujan deras Minggu (4/2) sore hingga malam menyisakan sejumlah bencana alam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban mencatat enam kejadian bencana terjadi akibat hujan deras disertai angin dan petir tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring ke beberapa lokasi daerah terdampak banjir.
‘’Enam kejadian tersebut tersebut diantaranya banjir di empat lokasi, pohon tumbang satu lokasi, perahu nelayan tenggelam satu lokasi,” ujar dia.
Darmaji sapaan akrabnya menjelaskan, empat titik lokasi banjir terdeteksi di Desa Wolutengah (Kecamatan Kerek), Desa Sugihwaras (Kecamatan Jenu), Perumahan Perbon (Kecamatan Tuban), dan Jalan Basuki Rahmad (Kecamatan Tuban).
Mantan kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Tuban ini menjelaskan, untuk pohon tumbang terjadi di Jalan Tuban – Lamongan, persisnya di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang.
Selain itu, hingga Senin (5/2) pagi masih ada beberapa perahu karam yang belum bisa dievakuasi di Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo.
‘’Akibat dari meluapnya sungai yang berada di perbatasan Kecamatan Bancar dan Kecamatan Tambakboyo,” ujar dia.
Darmaji mengatakan, data sementara ada 20 perahu milik nelayan yang karam.
‘’Total kerugiannya lebih dari Rp 50 juta, namun ini masih data sementara karena saat ini masih proses evakuasi,” jelasnya.
Disampaikan Darmaji, pemukiman yang terdampak banjir yang paling parah adalah Desa Sugihwaras dan Perumahan Perbon Permai.
Di Desa Sugihwaras, petugas harus mengevakuasi satu warga yang rumahnya terendam banjir.
‘’Warga tersebut memiliki penyakit stroke sehingga warga tersebut harus mengungsi ke rumah tetangga yang rumahnya agak tinggi,” jelasnya Lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang tersebut mengatakan, Perumahan Perbon Permai yang jauh dari drainase menjadi penyebab banjir.
Ditambah tekstur tanah perumahan itu berada di dataran rendah. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie