Untuk meningkatkan partisipasi selama pesta demokrasi, berbagai upaya dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Selain mendekorasi tempat pemungutan suara (TPS), para panitia totalitas dandan superhero, mime (pelaku pantomime), hingga berbagi kebutuhan rumah tangga.
RUMAH lawas milik warga di Desa Medalem, Kecamatan Senori itu seketika jadi menarik.
Rumah kayu yang dihiasi berbagai pernak-pernik itu membuat siapa pun yang lewat pasti melirik.
Gapura yang dihias bunga dan balon ditata seperti backdrop foto acara anak muda.
Namun rumah berhiaskan aksesoris itu bukanlah untuk resepsi pernikahan. Melainkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang didesain untuk menarik partisipasi pemilih.
Begitu memasuki rumah, sejumlah petugas KPPS berdandan mime.
Menggunakan topi kertas berbentuk kerucut dan riasan putih tebal.
Upaya menaikkan suara partisipasi pemilih itu tidak hanya terlihat di TPS 04 Desa Medalem, Kecamatan Senori.
Keunikan lainnya juga telihat di TPS 01 desa yang sama.
Namun di TPS ini tidak ada ornamen atau pernak pernik cantik, melainkan menyediakan undian hadiah perabotan rumah tangga.
Perabotan seperti ember, bak, kemoceng, panci, dan panyung digantung di samping foto ketua KPPS yang dicetak ukuran 50 centimeter x 1 meter bertuliskan ‘Melayani Sepenuh Hati’.
‘’Jumlah pemilih yang datang cukup banyak, alhamdulillah upaya KPPS berhasil,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Senori Ahmad Istihar.
Istihar sapaan akrabnya mengatakan, upaya mendekorasi TPS itu berhasil membuat antusias dan partisipasti pemilih di wilayahnya sangat tinggi.
Sebanyak 14 TPS yang berada di Desa Medalem terlihat berlomba-lomba menggunakan berbagai cara unik dan kreatif untuk menarik minat warga.
‘’Ada yang diberikan perabot, sayuran, dan juga disediakan backdrop untuk mengambil foto,” jelasnya.
Lulusan Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban ini menuturkan, di salah satu TPS, setelah mencoblos, warga dipersilahkan mengambil undian untuk mendapat hadiah.
‘’Sebenarnya dari PPK hanya mengimbau untuk seluruh TPS di Kecamatan Senori untuk berupaya seperti ini, tapi yang antusias di Desa Medalem,” terangnya.
Pria kelahiran 1985 ini juga mengatakan, kejadian unik bukan hanya di TPS, namun juga terjadi di salah satu pemilih di TPS tujuh Desa Wonosari Kecamatan Senori.
‘’Ada warga yang inisiatif memakai kostum ultramen, tapi sebelum memilih warga tersebut sudah diperiksa nama di data dan orangnya sesuai,” tegas dia. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie