RADARTUBAN – Patut diakui, Tuban memiliki banyak lokasi wisata yang memikat wisatawan.
Sayangnya, belum banyak wisatawan yang berkunjung sampai menginap.
Lebih banyak yang datang hanya untuk kunjungan sesaat. Sehingga tak mendongkrak pemasukan hotel.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban tentang Statistik Pariwisata tahun 2023, tingkat kunjungan wisatawan sangat tinggi.
Namun banyak yang tidak menggunakan jasa penginapan.
Kepala BPS Tuban Andhie Surya Mustari mengatakan kunjungan wisatawan Nusantara ke Tuban sepanjang 2023 mencapai 5.422.476.
Namun dari kunjungan tersebut, belum banyak yang berwisata ke objek wisata berbayar.
‘’Juga masih minim yang memanfaatkan jasa akomodasi,” jelasnya.
Andhie sapaan akrabnya mengatakan, angka jumlah kunjungan wisata di Tuban sangat tinggi.
Sehingga disayangkan jika masih banyak yang belum menggunakan jasa akomodasi selama di Tuban.
‘’(Bagaimana cara membuat wisatawan mau tinggal) itu bukan ranah kami, BPS hanya menyajikan data” pungkasnya.
Pejabat kelahiran 1978 tersebut mengatakan, pada 2023 ada 26 unit hotel di Tuban.
Rinciannya, satu unit hotel bintang dua, empat unit hotel bintang tiga, dan dua unit hotel bintang empat. Jumlah terbanyak, 18 unit hotel melati.
‘’Kelas hotel ditentukan oleh dinas terkait berdasarkan pemenuhan syarat kualifikasi hotel berbintang,” ujarnya.
Andhie mengatakan bahwa seluruh lokasi usaha harus mengaplikasikan teknologi, terutama komputerisasi.
Namun faktanya, masih banyak hotel di Tuban yang belum menerapkan teknologi komputerisasi. Dari 26 hotel, hanya tujuh yang memiliki website resmi milik hotel. Hal itu yang kemungkinan menjadi pemicu hotel kurang dikenal wisatawan.
Tercatat, penginapan yang punya website resmi baru enam hotel berbintang dan satu hotel Melati. Lulusan Sekolah Tinggi Statistik Jakarta itu melanjutkan, hanya ada 14 hotel yang bisa dipesan secara online di Tuban. ‘’Sisanya menggunakan cara konvensional atau datang langsung ke tempat,” tandasnya. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie