RADARTUBAN – Tidak hanya mengganggu lampu lalu lintas, cuaca buruk yang belakangan melanda juga merusak penerangan jalan umum (PJU).
Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DL HP) Tuban mengklaim kerusakan PJU akibat cuaca mencapai RP 74,6 juta.
Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum DLHP Tuban Slamet Hariyanto mengatakan, curah hujan yang tinggi belakangan terakhir membuat banyak tiang PJU beserta komponennya rusak.
‘’Dalam kurun dua bulan terakhir, sejumlah tiang dan komponennya alami kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang,’’ terangnya.
Slamet menambahkan, selama ini ada enam tiang dan dua kontaktor yang rusak selama dua bulan terakhir. Rincian kerugiannya, satu set tiang PJU beserta komponen ditaksir Rp 12 juta.
Sementara untuk harga satu boks kontaktor PJU seharga Rp 1,3 juta.
‘’Harga satu set lampunya mahal karena pakai lampu LED,’’ kata dia.
Jika stok cadangan lampu LED masih tersisa, kata Slamet, maka bisa langsung diganti saat itu juga.
Tiang yang rusak sebagian besar dipicu dari pohon di sekitarnya yang roboh karena angin kencang. Biasanya pohon tumbang juga mengakibatkan kabel PJU yang membentang ikut tertindih.
‘’Kami beberapa kali menjumpai kabel putus tertimpa pohon,’’ imbuhnya.
Mantan Lurah Panyuran ini mengatakan, tim lapangan DL HP melakukan tinjauan yang lebih intens saat musim hujan.
Tujuannya, untuk menghindari kabel dan tiang listrik yang bermasalah.
‘’Ada empat tim yang bertugas, tiap tim bertanggung jawab di lima kecamatan,’’ jelas dia.
Slamet mengatakan, saat ini ada sekitar 4.686 PJU yang menjadi tanggung jawab DLHP Tuban.
Ribuan PJU itu menelan biaya sekitar Rp 2 miliar per bulan. Sehingga sangat disayangkan jika PJU tersebut tak beroperasi optimal.
‘’Jumlah tersebut untuk menjaga wilayah Tuban agar selalu terang setiap malam,’’ pungkasnya. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie