RADARTUBAN – Sudah menjadi tradisi rutinan bagi siswa-siswi dari Yayasan Taman Harapan Hari Kemudian (THHK) mengunjungi Klenteng Kwan Sing Bio Tuban setiap tahun baru Imlek.
Ditemani orang tua dan guru, siswa dari jenjang pendidikan taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) mendatangi Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Sabtu (17/2) pagi.
Semuanya kompak menggunakan pakaian berwarna merah.
Salah satu guru pendamping, Bambang Budiono mengatakan, tujuan utama berkunjung ke tempat ibadah di Jalan RE Martadinata itu yakni untuk merayakan tahun baru Imlek.
Melalui kegiatan itu, setiap guru berpesan kepada muridnya untuk menjaga tradisi dan budaya leluhur.
‘’Jadi kegiatan ini selain untuk pembelajaran, juga untuk meneruskan tradisi berkunjung ke klenteng setiap tahunnya,” ujar dia.
Pendidik asal Kecamatan Plumpang ini mengatakan, kegiatan diawali dengan pengenalan sejarah etnis Tionghoa di Indonesia, mengenal berbagai ruangan di klenteng, penempatan patung, dan yang lainnya.
‘’Agar para murid mengetahui dan tidak melupakan sejarah,” pungkasnya.
Lebih lanjut Bambang sapaan akrabnya mengatakan, acara imlek dengan berkunjung di klenteng, sudah dilakukan sejak sekolah berdiri yakni tahun 1907.
‘’Karena untuk mengingat sejarah, dikhususkan untuk keturunan Tionghoa,” tuturnya.
Guru kelahiran 27 Maret 1987 ini mengatakan, tidak hanya pengenalan sejarah dan properti klenteng saja, juga dilakukan kegiatan lainnya seperti pentas seni dari berbagai kesenian ciri khas Tionghoa.
‘’Jadi murid-murid secara bergantian tampil ada yang menyanyi lagu mandarin, tari, puisi, gerak lagu mandarin, dan juga ada bagi-bagi angpau,” jelasnya. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie