RADARTUBAN – Kehadiran sejumlah partai politik (parpol) baru pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 di Kabupaten Tuban, sepertinya belum mampu berbuat banyak dalam perebutan kursi calon anggota DPRD.
Hingga Kamis (22/2), berdasar hasil hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di laman https://pemilu2024.kpu.go.id dengan progres suara masuk 91,03 persen, belum ada satu pun calon anggota legislatif (caleg) dari parpol baru yang memperoleh kursi.
Sekelas caleg dari Partai Solidaritas Indonesi (PSI), pun tampaknya juga gagal.
Sebagaimana diketahui, Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI merupakan putra bungsu Presiden Jokowi. Bahkan, dalam banyak baliho dan banner yang bertebaran di mana-mana, parpol berlambang mawar ini juga diklaim sebagai partai Jokowi.
Namun, tetap saja tidak mampu berbuat banyak di Bumi Ronggolawe.
Merujuk hasil hitung cepat KPU di infopemilu2024.kpu.go.id, PSI hanya mampu meraup 2.630 suara.
Bahkan, dibanding suara Partai Buruh pun kalah.
Di Tuban, partai berlambang padi dan kapas dengan dominan warna biru ini mendapat 5.259 suara. Padahal, Partai Buruh tidak menggelar kampanye terbuka sama sekali.
Jangankan kampanye terbuka, memasang baliho-banner pun sepertinya jarang. Jauh beda dibanding PSI, yang baliho-banner-nya bertebaran di mana-mana.
Bahkan, ketua umumnya, Kaesang Pangarep pun sudah dua kali di Tuban, termasuk salah satunya menghadiri kampanye akbar PSI.
Sementara itu, Partai Gelora yang juga partai baru mendapat 2.061 suara, kemudian Partai Kebangkitan Nasional (PKN) 2.042 suara, dan Partai Ummat mengumpulkan 1.445 suara.
Yang tidak kalah mengejutkan selain PSI, adalah Partai Perindo. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini malah hanya mendapat 518 suara.
Padahal, partai ini sudah dua kali mengikuti pemilu.
Dikonfirmasi terkait minimnya suara PSI, Sekretaris DPD PSI Tuban Purnomo belum bisa memberikan komentar banyak. Menurutnya, proses rekapitulasi suara masih berjalan. Sehingga belum dapat dipastikan.
‘’Kami belum menghitung hasilnya seperti apa, dan ini masih koordinasi dengan pengurus pusat,’’ ujarnya.
Lain PSI, lain PKN. Ketua DPC PKN Tuban Ahmad Muchlis menyadari bahwa minimnya suara PKN merupakan hal yang wajar.
Sebab, partainya tidak memiliki banyak logistik untuk menggelar kegiatan kampanye.
‘’Tembakane kirang ageng, Mas, ketindihan (modal kampanyenya sedikit, Mas, ketutup partai lain, Red).
Selain itu, lanjut dia, PKN juga belum memiliki tokoh yang mampu memikat konstituen.
Pernyataan hampir sama juga disampaikan Ketua DPD Partai Gelora Hamim Toifur.
Diakui dia, sejak awal Partai Gelora memang tidak sungguh-sungguh mengikuti pemilu. Karena itu, partainya hanya memasang empat caleg.
Menurutnya, Pileg 2024 ini hanya test case untuk melihat dan mengukur kemampuan partai.
‘’Jauh-jauh hari kami sudah melakukan pemetaan pileg tahun ini,’’ ujarnya.
Dari pemetaan itu, terang dia, sejak awal Partai Gelora tidak yakin mampu meloloskan keterwakilan anggota DPRD.
‘’Untuk pemilu selanjutnya, kami siap untuk gas lagi,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie