RADARTUBAN– Fenomena kulminasi atau jarak terdekat matahari dengan bumi pada tahun ini bebarengan dengan puncak musim hujan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban memprediksi fenomena hari tanpa bayangan itu kembali akan bisa terlihat di langit Tuban.
Baca Juga: Guru Pemukul Guru di SDN Pruggahan III Resmi Dinonaktifkan, Sementara Ditarik ke Disdik
Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama mengatakan, fenomena kulminasi utama di Indonesia terjadi dalam rentang waktu 21 Februari 2024 hingga 4 April 2024.
‘’Untuk Tuban waktu kulminasi utama diprakirakan terjadi pada 2 Maret 2024 sekitar pukul 11.43 WIB,” ujarnya.
Zem sapaan akrabnya mengatakan, fenomena ini lumrah terjadi dan biasanya bisa dirasakan dua kali dalam setahun.
Fenomena alam itu terjadi saat matahari bergerak melintasi garis khatulistiwa.
‘’Fenomenanya terjadi kurang dari 10 menit,’’ jelasnya.
Lebih lanjut pejabat kelahiran 1972 mengatakan, hari tanpa bayangan pada Maret mendatang bukan karena mendung. Namun karena posisi matahari tepat berada pada posisi tertingginya di langit.
‘’Setiap wilayah akan mengalami kulminasi utama yang berbeda tergantung pada koordinat wilayah tersebut,” jelasnya.
Mantan Kasubbid Pelayanan BMKG KG Juanda ini mengatakan, jika deklinasi matahari bertepatan dengan garis lintang pengamat, fenomena ini disebut kulminasi utama.
Saat itu, matahari akan berada tepat di atas kepala atau berada di puncaknya.
‘’Akibatnya bayangan suatu benda vertikal akan tampak menghilang karena tumpang tindih dengan benda itu sendiri,” imbuhnya.
Mantan Kepala Seksi Observasi BMKG Juanda ini mengatakan,wajar jika masih banyak masyarakat yang tidak sadar akan fenomena ini.
Sebab, bukan fenomena yang membahayakan.
Zem mengatakan, ada tujuh kabupaten lainnya yang akan mengalami fenomena kulminasi utama di hari yang sama dengan Tuban. Yakni Sampang, Gresik, Pamekasan, Bojonegoro, Lamongan, Bangkalan, dan Sumenep.
‘’Waktunya berbeda-beda, selisih satu hingga dua menit per kabupaten,” tandasnya. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie