Gerakan crowdfunding semacam kitabisa.com ternyata bisa diadopsi menjadi aksi lokal. Adalah hungrybutton. id, platform untuk berbagi antara donatur dan penerima yang dinisiatori sejumlah pemuda Tuban.
PLATFORM ini sebenarnya pertama rilis 2021. Saat gelombang kedua pandemi Covid-19 sedang parah-parahnya.
Namun saat itu, hungrybutton.id hanya bertahan sekitar satu tahun.
Setelahnya, platform berbasis website itu sempat mati suri karena minim donasi.
Wajarnya crowdfunding, hungrybutton merupakan portal menghubungkan antara donatur dan penerima manfaat.
Ingin menebar manfaat, Kemal Khoirur Rohman, sang inisiator kembali mengaktifkan website gerakan patungan daring tersebut.
‘’Sudah empat bulan berjalan untuk kembali menebar manfaat,’’ kata dia.
Baru dirilis, website hungrybutton mengundang banyak masyarakat terpantik untuk ikut andil dalam berbagi kebaikan.
Banyak yang mendaftar menjadi relawan untuk tergabung aksi sosial tersebut.
‘’Untuk sementara donatur aksi baru tujuh orang, sedangkan penerima sudah lebih 80 orang,’’ ungkap dia.
Pemuda yang tinggal di Perumahan Bukit Karang ini mengatakan, website juga berisi tampilan transparansi data. Baik data penerima maupun donatur.
Untuk data penerima dilengkapi nama, alamat, dan foto donasi. Sedangkan data untuk donatur bisa dirahasiakan.
Dalam aksinya, Hungrybutton tidak sendirian. Mereka dibantu Relawan Sosial Kemanusiaan (RESIK) Tuban.
Kolaborasi bersama RESIK Tuban karena mempunyai visi yang sama-sama membantu orang membutuhkan.
‘’Sehingga kegiatan sosial ini berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
Terpisah, Inisiator RESIK Tuban Istafada Ilma Nafi’a mengatakan,saat ini kolaborasinya bersama hungrybutton sudah menjangkau penerima dari sebagian kecil kecamatan.
‘’Untuk kecamatan lain masih menunggu relawan baru untuk mendaftarkan penerima bantuan di RT/RW masingmasing,” terangnya.
Rinciannya 60 penerima dari Kecamatan Tuban dan 11 penerima dari Bancar. Selanjutnya, Jatirogo 7 penerima, Jenu 1 penerima, Palang 1 penerima, Semanding 1 penerima, Tambakboyo 1 penerima.
Fada sapaan akrabnya mengatakan, sasaran penerima diprioritaskan lansia, disabilitas, orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), dan fakir miskin.
Pegiat sosial kelahiran 14 Februari 1999 itu mengatakan, untuk saat ini, hungrybutton dan RESIK rutin memberikan bantuan makanan di hari Jumat.
‘‘Sembari kami masih terus galangkan dana. Sebab target ke depannya kami ingin memberikan kebutuhan makan setiap harinya,” harapnya.
Lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini berharap ke depannya jumlah relawan dan donatur bisa seimbang dengan penerima.
‘‘Semoga dapat memberi manfaat kepada mereka yang membutuhkan,’’ harap dia. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie