RADARTUBAN – Di saat sekolah negeri masih disibukkan dengan kegiatan pembelajaran tahun akademik 2023-2024, sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) sudah menggelar penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2024-2025.
Bahkan, pembukaan pendaftaran calon siswa baru ini sudah dimulai awal Februari lalu.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Tuban Umi Kulsum mengatakan, dimulainya PPDB di madrasah itu sesuai Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7022 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah.
‘’Jadwal PPDB dimulai Februari,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Umi, PPDB madrasah los tanpa zonasi. Siswa dari mana pun bebas mendaftar di madrasah. Tidak ada batasan jarak.
Beda dengan sekolah negeri yang diatur jarak.
Disampaikan dia, alasan tak menggunakan zonasi, karena rata-rata madrasah berbentuk yayasan atau pondok pesantren.
‘’Sistem PPDB madrasah menggunakan seleksi,’’ imbuhnya.
Meski lebih awal dan tanpa zonasi, terang Umi, PPDB di madrasah tetap objektif.
‘’Setidaknya, tetap harus mempertimbangkan jumlah rombel di setiap kelasnya,’’ jelasnya.
Pun proses pendaftarannya, setiap lembaga bebas memilih, baik offline maupun online.
‘’Itu dikembalikan ke masing-masing madrasah,’’ imbuhnya.
Lebih lanjut, Umi menyampaikan, meski bebas tanpa zonasi, setiap lembaga tetap diminta untuk menyediakan jalur prestasi dan afirmasi, yakni 15 persen diperuntukkan bagi siswa tidak mampu.
‘’Serta kuota untuk siswa berkebutuhan khusus,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie